Departemen Kehakiman AS (Department of Justice/DOJ) telah menghapus ribuan dokumen terkait Jeffrey Epstein, seorang pedofil yang dihukum karena kasus kejahatan seksual.
Penghapusan dilakukan setelah para korban menyatakan identitasnya dibocorkan setelah dokumen dirilis. Melansir BBC, pengacara para korban memprotes perilisan dokumen yang dianggap telah mengubah hidup hampir 100 korban selamat.
Dokumen tersebut mengungkap alamat email dan foto yang memungkinkan identifikasi nama dan wajah korban. Imbasnya, korban mengalami trauma berulang lantaran pengungkapan yang dianggap tidak berpihak pada korban.
Saat ini, Department of Justice telah menghapus semua berkas, yang diklaim sebagai kesalahan teknis.
“Semua dokumen yang diminta oleh korban atau penasihat hukum untuk dihapus, telah dihapus untuk penyuntingan lebih lanjut,” ungkap DOJ kepada hakim federal, seperti dilansir BBC, Selasa (4/2/2026).
Penelitian terhadap permintaan dan pemeriksaan dokumen terus dilakukan Departemen Kehakiman AS, apakah ada dokumen lain, yang mungkin perlu disunting lebih lanjut.
Brittany Henderson dan Brad Edwards pengacara terkenal asal Amerika Serikat menilai telah terjadi pelanggaran privasi korban, dan peristiwa ini jadi salah yang paling mengerikan dalam sejarah.
“Situasi darurat yang sedang berlangsung yang membutuhkan intervensi peradilan segera. Gagal menyunting nama korban dan informasi identitas pribadi lainnya dalam ribuan kasus,” ungkap kedua pengacara dalam suratnya kepada seorang hakim federal di New York.
Kepada BBC, Annie Farmer, salah seorang korban Epstein, mengaku zulit untuk fokus pada informasi baru yang telah terungkap karena besarny kerusakan yang telah dilakukan Departemen Kehakiman dengan mengekspos para korban.
“Pertama, banyak dokumen masih belum diungkapkan. Kedua, tanggal yang ditetapkan untuk rilis sudah lama berlalu. Dan yang ketiga, Departemen Kehakiman telah merilis nama-nama banyak korban selamat,” kata Lisa Phillips korban.

Ada Apa dan Kenapa Dokumen Epstein Dirilis Department of Justice AS?
Department of Justice membagikan tiga juta halaman dokumen terkait Epstein, beserta 180.000 gambar dan 2.000 video pada 30 Januari 2026.
Penyebaran berkas dilakukan setelah persetujuan Undang-undang (RUU) yang mewajibkan Departemen Kehakiman merilis seluruh dokumen pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. UU itu ditandatangani Donald Trump Presiden AS pada 19 November 2025 setelah disahkan DPR dan Senat AS.
Dokumen yang disebarkan DoJ mencakup detail pemenjaraan Jeffrey Epstein, termasuk laporan psikologis dan kematiannya di penjara.
Dokumen mencatat investigasi soal
Ghislaine Maxwell seorang mantan sosialita asal Inggris yang kini menjadi narapidana di Amerika Serikat, terkait skandal perdagangan seks anak yang melibatkan Jeffrey Epstein.
Banyak dokumen-dokumen yang berasal lebih dari 1 dekade yang lalu, dan menunjukkan hubungan yang dimiliki Epstein di tengah masalah hukumnya.

Kasus Hukum Epstein
Jeffrey Epstein adalah seorang pengusaha keuangan Amerika yang divonis bersalah atas kasus kejahatan seksual pada 2021 dan divonis hukuman penjara selama 20 tahun. Meski begitu, Epstein terus menyangkal dirinya bersalah.
Epstein meninggal bunuh diri di sel penjara New York pada Agustus 2019, sebulan setelah didakwa atas tuduhan perdagangan seks federal.
Epstein dinyatakan bersalah atas kejahatan seksual di negara bagian di Florida pada 2008. Virginia Roberts Giuffre salah seorang korban Epstein mengajukan gugatan, dan menyebut pelaku mengatur pertemuan seksual dengan politisi, tokoh bisnis terkemuka, akademisi, dan tokoh berpengaruh lainnya saat dia masih di bawah umur.(lea/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
