Kamis, 23 April 2026

Diduga karena Asmara, Pria di Simokerto Surabaya Meninggal Dikeroyok

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Pria berusia 57 tahun meninggal dunia setelah terlibat percekcokan di kawasan Jalan Sencaki. Surabaya, Kamis (23/4/2026). Saat ini, pihak kepolisian masih berupaya menangkap dua terduga pelaku pengeroyokan. Foto: Istimewa

Seorang pria ditemukan meninggal dunia diduga jadi korban pengeroyokan di kawasan Jalan Sencaki, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4/2026) pagi.

Kompol Zainur Rofiq Kapolsek Simokerto menerangkan, korban berinisial MJ (57 tahun) meninggal dunia dengan luka bacok pada bagian kepala dan dada.

Polisi pertama kali mengetahui informasi ini dari laporan warga. Berdasar keterangan saksi, sempat terjadi percekcokan antara korban dan para pelaku yang belum disebutkan namanya.

“Awalnya, korban dan pelaku cekcok di Rusun Sombo sekitar pukul 05.00 WIB. Tapi kemudian pelaku mengeksekusi korban di kawasan Jalan Pragoto,” katanya, Kamis (23/4/2026).

Saat ini, pihak kepolisian telah mengantongi nama-nama pelaku yang diduga lebih dari dua orang dan masih memiliki hubungan darah. Sedangkan terkait motif yang mendasari aksi pelaku, diduga terkait asmara. “Tapi untuk lebih lanjut masih kami dalami,” tambahnya.

Dari lokasi kejadian, lanjut Rofiq, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa baju dan sepatu. Selain itu, petugas juga tengah mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memastikan kronologi kejadian dan aktivitas korban sebelum pengeroyokan terjadi.

Hingga saat ini, sebanyak dua hingga tiga orang saksi telah dimintai keterangan, baik saksi dari lokasi rusun maupun saksi di TKP Jalan Pragoto. Polisi juga berencana menambah jumlah saksi guna memperjelas duduk perkara kasus pengeroyokan ini.

Sementara itu, jenazah korban kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani otopsi yang nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian korban serta jenis senjata yang digunakan pelaku.

“Kami mohon waktu, jajaran masih bekerja di lapangan untuk mengejar nama-nama yang sudah kami kantongi,” pungkasnya.(kir/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 23 April 2026
28o
Kurs