Bahlil Lahadalia resmi dilantik Prabowo Subianto Presiden RI sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang pertama, merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025, Bahlil tercatat memiliki kekayaan Rp344.415.518.982 atau sekitar Rp344 miliar.
Melansir Antara, LHKPN itu disampaikan Bahlil kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 31 Maret 2026 ketika masih menjabat Menteri ESDM saja. Sebagian besar kekayaannya berupa tanah dan bangunan dengan total nilai Rp322.381.257.825 atau sekitar Rp322,4 miliar.
Bahlil tercatat memiliki 19 aset tanah dan/atau bangunan. Sebanyak 14 aset berada di Jayapura, dua aset di Jakarta Selatan, serta masing-masing satu aset di Gianyar, Sragen, dan Sleman.
Aset tanah terluas berada di Jayapura, Papua, dengan luas 3.500 meter persegi dan nilai sekitar Rp830,1 juta.
Sementara aset tanah dan bangunan terluas miliknya berlokasi di Gianyar, Bali, dengan luas tanah 2.000 meter persegi dan bangunan 1.500 meter persegi. Nilai aset tersebut mencapai Rp53,55 miliar.
Untuk kendaraan, Bahlil tercatat memiliki Toyota Harrier tahun 2007 senilai Rp44,217 juta dan Honda CRV tahun 2010 senilai Rp31,059 juta. Total nilai kendaraan mencapai Rp75,276 juta.
Selain itu, Bahlil memiliki surat berharga senilai Rp1,612 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp20,346 miliar. Dalam LHKPN tersebut, ia tercatat tidak memiliki utang.
Jika seluruh aset dijumlahkan, total harta kekayaan Bahlil mencapai Rp344.415.518.982.
Sebagai informasi, pada Kamis, Bahlil dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus tetap merangkap Menteri ESDM. Jabatan Menko tersebut merupakan posisi baru dalam Kabinet Merah Putih. (ant/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

