Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menggandeng Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia untuk membangun jalur pembinaan talenta murid secara berkelanjutan.
Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim mengatakan, pembinaan talenta tersebut mencakup identifikasi potensi di sekolah hingga pendidikan tinggi dan pengembangan kepemimpinan strategis.
“Kita ingin membangun jembatan dari sekolah menuju strategic leadership, karena anak-anak yang hari ini berada di ruang kelas adalah mereka yang dua puluh tahun mendatang akan berada di berbagai posisi strategis bangsa,” terangnya, Jumat (18/9/2026).
Aries menyebut, pembinaan akan dimulai sejak murid duduk di kelas X melalui identifikasi talenta dan pengenalan pilihan pendidikan, termasuk Unhan. Kemudian, tahap berikutnya mentoring oleh alumni maupun Kadet Unhan, pembinaan akademik, karakter, fisik dan kepemimpinan, hingga seleksi masuk perguruan tinggi.
Pola tersebut menurutnya penting agar murid memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri sejak awal SMA.
“Kalau anak-anak baru mengetahui persyaratannya menjelang pendaftaran, sering kali sudah terlambat untuk melakukan persiapan. Karena itu sejak kelas X dan XI mereka harus sudah mulai mengetahui tujuannya, mengenali potensi dirinya, dan memahami apa saja yang harus dipersiapkan,” jelasnya.
Persiapan itu, lanjut Aries, tidak hanya menyangkut kemampuan akademik, tetapi juga pembangunan karakter, disiplin, kondisi fisik, kesehatan, mental, serta kemampuan beradaptasi.
Dalam pengembangan ekosistem itu, Dindik menilai enam SMAN Taruna di Jatim memiliki posisi strategis. Oleh karena itu, ia berharap sekolah berbasis ketarunaan tersebut tidak hanya menjadi jalur untuk mengantarkan lulusan ke TNI, Polri, sekolah kedinasan maupun Unhan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan kepemimpinan, karakter dan bela negara.
“Kalau kemudian anak-anak kita diterima di TNI, Polri, sekolah kedinasan maupun Universitas Pertahanan, tentu kita bangga. Tetapi itu adalah hasil. Tujuan yang lebih besar adalah membentuk generasi muda yang cerdas, disiplin, berkarakter, mampu memimpin, dan mempunyai jiwa pengabdian,” pungkasnya.(ris/wld/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

