Dalam audiensi tadi, Cito mengungkap, sopir angkot meminta supaya Halte Medaeng tidak lagi difungsikan sebagai titik transit Koridor 1 dan Koridor 5 Trans Jatim.
Namun di sisi lain, komunitas pemerhati transportasi meminta halte tersebut tetap beroperasi karena menjadi simpul integrasi antar koridor dan memiliki demand cukup tinggi.
“Halte Medaeng sangat vital. Dalam sehari jumlah penumpangnya hampir mencapai 1.000 orang. Kalau transit itu dihilangkan, load factor akan turun dan banyak masyarakat yang tidak terakomodasi,” jelasnya.
Di tengah penolakan skema transit, Cito menegaskan layanan transit Trans Jatim di Medaeng tetap beroperasi. Sebab menurutnya pemerintah harus mempertimbangkan aspirasi seluruh pihak.
Kemudian berdasarkan uji publik yang pernah dilakukan melalui media sosial Dishub Jatim, sebagian besar masyarakat berharap supaya halte transit Medaeng tetap beroperasi karena memudahkan perpindahan antarkoridor.

NOW ON AIR SSFM 100

