“Kami pastikan tidak melalui Terminal Arjosari. Kami ingin nanti ada feeder dari teman-teman paguyuban ini yang mengantar penumpang dari halte Trans Jatim koridor 2 ini menuju ke Arjosari,” jelasnya.
Nyono menjelaskan layanan Trans Jatim Koridor 2 bakal diprioritaskan untuk melayani simpul transportasi dengan kualifikasi Terminal Tipe B. Sedangkan Terminal Arjosari yang merupakan Terminal Tipe A sebagai simpul utama origin-destination angkutan antar kota.
“Dari awal kami sudah sampaikan kami ingin melayani di Terminal Tipe B. Kalau Arjosari kan Terminal Tipe A, dan itu adalah origin destination-nya dari terminal-terminal lain. Kami hadir untuk bekerja sama, bukan untuk melindas,” ujarnya.
Nyono menyatakan kehadiran Trans Jatim diharapkan dapat melengkapi kebutuhan transportasi di Malang Raya yang bekerjasama dengan angkutan lokal.
“Kita hadir untuk merangkul, bagaimana semua paguyuban di Malang bisa berharmoni, saling bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Nyono.
NOW ON AIR SSFM 100

