Khusus di Surabaya, sekitar 20 persen hasil pemantauan menunjukkan kategori baik, sementara sekitar 80 persen lainnya berada dalam kategori sedang.
Menurut Anjarwati, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena karakteristik Surabaya sebagai kota besar dengan aktivitas transportasi dan perkotaan yang tinggi.
Meski demikian, kategori sedang tidak berarti kualitas udara berbahaya bagi seluruh masyarakat. Kelompok rentan, seperti lanjut usia dan orang dengan penyakit penyerta, perlu lebih berhati-hati terhadap paparan polusi.
“Artinya sedang itu apa? Sedang itu artinya dia rentan dari masyarakat yang misalkan dia lansia, kemudian dia memiliki penyakit komorbid, ISPA seperti itu. Nah, dia itu lebih rentan,” jelasnya.
Anjarwati menyarankan masyarakat menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi kualitas udara. Ketika kualitas udara berada dalam kategori sedang, kelompok rentan perlu lebih memperhatikan paparan polusi dan mengikuti anjuran kesehatan yang relevan.
NOW ON AIR SSFM 100

