Jumat, 24 Juli 2026

Dokter Hewan KBS Pastikan Tak Ada Keterlambatan Penanganan Satwa Sakit

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Kondisi terkini dua jerapah di KBS bernama Moris dan Bella pada Jumat (24/7/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Dokter hewan (drh) Rahmat Suharta Kepala Departemen Animal Health Perumda Kebun Binatang Surabaya memastikan tidak ada keterlambatan penanganan satwa sakit.

Ia menyebut pemantauan kesehatan satwa dilakukan rutin setiap hari. Termasuk penanganan jika kesehatan menurun.

“Jadi apabila ada yang mengalami kelainan atau kesehatan yang menurun langsung kita bisa tangani,” katanya ditemui di KBS, Jumat (24/7/2026).

Saat ini, ia memastikan semua satwa dalam kondisi cukup baik.

“Dalam cukup baik kondisinya. Tidak ada kekurangan apa-apa,” bebernya.

Ia juga menyebut petugas berupaya maksimal agar tidak ada keterlambatan penanganan satwa sakit.

“Kalau untuk untuk satwa-satwa yang mengalami ada yang tadi seperti tadi ada mengalami sakit atau mengalami ada tingkah laku yang kurang baik, itu akan segera kita tangani. Jadi tidak akan terlambat untuk penanganannya,” bebernya.

Sementara jika ada satwa kurus, salah satunya Nay, singa yang berusia 1 tahun menurutnya normal.

“Memang kadang orang melihat dari sisi yang beda. Jadi, dari sisi beda itu melihat satwa gemuk itu dianggap sebagai satwa yang sehat. Justru kalau terlalu gemuk itu akan mengganggu kesehatannya. Baik dari jantungnya, dia akan pernapasan yang terganggu,” bebernya.

Jatah pakan untuk semua satwa, menurutnya sudah diatur sesuai kebutuhan nutrisinya.

“Jadi, gizinya kita sudah kita atur. Pemberian pakannya juga terjadwal sehingga tidak terjadi kelaparan di saat jadi kita bagi pakan pagi di pagi apa pagi diberikan kemudian sore juga diberikan,” bebernya.

Perawatan lain yang dilakukan yaitu vaksinasi setiap setahun sekali untuk mencegah penyakit.

“Di samping itu juga kita lakukan eh pemeriksaan feses untuk mencegah terjadinya apa cacingan,” tuturnya.

Selain itu, drh Rahmat menegaskan petugas kesehatan terus memantau setiap kondisi satwa sebelum terjadi kematian, sehingga antisipasi sedini mungkin dapat dilakukan.

“Sebelum terjadi suatu kematian itu sudah kita pantau. Jadi, kita lihat terlebih dahulu apakah memang benar dia sakitnya itu karena sakit atau apa. Jadi, kita sudah bisa memprediksi dengan menjaga kesehatan satwa tersebut. Seperti itu,” tandasnya.(lta/wld/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Surabaya
Jumat, 24 Juli 2026
28o
Kurs