“Kami memantau perkembangan situasi di Riyadh yang berdampak pada perjalanan jemaah umrah Indonesia. Kemenhaj harus bergerak aktif memantau kondisi jemaah di Arab Saudi maupun calon yang akan berangkat karena keselamatan adalah prioritas utama,” ujarnya.
Kemenhaj diharapkan perkuat sinergi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Maman menambahkan, koordinasi intensif diperlukan untuk merespons dinamika lalu lintas penerbangan internasional dan mempermudah akses pendampingan darurat bagi jemaah di bandara.
“Penanganan harus berdasarkan data kondisi nyata di lapangan, bukan sebatas laporan umum,” katanya.
Kemudian, legislator PKB itu juga mendorong pembentukan posko pengaduan serta layanan hotline resmi yang mudah dijangkau oleh jemaah maupun keluarga di Tanah Air.
NOW ON AIR SSFM 100

