Abdullah Abubakar Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk jemput bola melakukan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah desa dalam upaya perbaikan infrastuktur jalan rusak.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai selama ini perbaikan jalan sering dilakukan secara parsial oleh masing-masing daerah sehingga hasilnya tidak maksimal. Oleh karena itu, ia berharap Pemprov Jatim dapat mengambil peran sebagai penggerak sekaligus dirigen dalam pembangunan jalan.
Menurutnya, kondisi jalan yang memadai merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, apalagi menjelang periode mudik Lebaran yang setiap tahun memicu lonjakan mobilitas sangat besar di wilayah Jawa Timur.
“Pemerintah memiliki kewajiban menghadirkan jalan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Jalan yang bagus bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan. Dengan jalan yang baik, angka kecelakaan dan kematian di jalan bisa direduksi secara nyata,” ujar Mas Abu sapaan akrabnya, Jumat (6/3/2026).
Dia menyatakan, momentum untuk berkolaborasi bersama kabupaten/kota dinilai tepat karena APBD Provinsi Jawa Timur sudah dapat digunakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan, khususnya pada jalur-jalur strategis yang menjadi penghubung antarwilayah.
Berdasarkan data pemerintah daerah, panjang jalan provinsi di Jawa Timur mencapai sekitar 1.400 kilometer, yang menjadi tulang punggung konektivitas antar kabupaten/kota. Sementara itu, jaringan jalan kabupaten/kota mencapai puluhan ribu kilometer dan menjadi akses utama aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski begitu, di beberapa titik masih ditemukan kerusakan jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Karena itu perlu ada koordinasi yang lebih kuat agar perbaikan jalan tidak sporadis, tetapi terencana dan serentak. Pemprov Jatim harus menjadi dirigen yang mampu menyatukan langkah semua pihak,” ucapnya.(wld/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
