Minggu, 8 November 2026

Ducati Bela Marc Marquez soal Tabrakan dengan Bezzecchi di Sprint MotoGP Qatar

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Marc Marquez mendominasi balapan Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026). Foto: Crash

Davide Tardozzi manajer tim Ducati Lenovo menilai Marc Marquez tidak layak mendapat hukuman atas insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi dalam Sprint Race MotoGP Qatar 2026, Sabtu (7/11/2026) malam WIB.

Menurutnya, insiden yang terjadi di Tikungan 1 tersebut merupakan kecelakaan balap dan keputusan Steward untuk tidak memberikan penalti sudah tepat.

Tabrakan terjadi ketika Bezzecchi mencoba menyalip Marquez dari sisi dalam saat memasuki Tikungan 1. Namun, manuver tersebut berakhir dengan kecelakaan bagi pembalap Aprilia itu.

Sementara Marquez yang berada di sisi luar masih mampu mengendalikan motornya, meski benturan sempat membuat airbag pada perlengkapan balapnya mengembang.

Federasi Balap Motor Internasional (FIM) melalui Steward memutuskan tidak perlu mengambil tindakan lebih lanjut terhadap insiden tersebut. Keputusan itu sempat memicu ketidakpuasan Massimo Rivola CEO Aprilia Racing.

Menanggapi kontroversi tersebut, Tardozzi menegaskan bahwa Marquez tidak melakukan manuver berisiko untuk menjatuhkan lawan.

“Itu kecelakaan balap. Tidak mungkin Marc mengambil risiko dari sisi luar, karena biasanya pembalap yang berada di sisi luar justru berada dalam posisi berbahaya,” ujar Tardozzi dilansir dari laman Crash, Minggu (8/11/2026).

Ia juga menilai Steward telah memeriksa insiden tersebut dengan baik sebelum memutuskan tidak memberikan hukuman.

“Beruntung dia tidak terjatuh. Saya rasa Steward telah memeriksa situasi dengan sangat baik. Jika mereka mengambil keputusan tersebut, menurut saya itu keputusan yang tepat,” lanjutnya.

Marquez sendiri berhasil memenangi Sprint Race MotoGP Qatar 2026. Kemenangan tersebut membuka peluang bagi pembalap Ducati itu untuk mengunci gelar juara dunia musim ini.

Namun, peluang Marquez memastikan gelar juara dunia pada balapan utama di Qatar terbilang sulit. Ia harus memenangi Grand Prix dan berharap Jorge Martin gagal meraih poin.

Tardozzi pun tidak memperkirakan perayaan gelar juara dunia akan berlangsung di Qatar. Ia justru menjagokan Bezzecchi sebagai pembalap yang berpeluang memenangi balapan utama.

“Saya rasa Marc sedang berpikir untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Kami tentu akan memanfaatkan peluang jika ada kesempatan untuk memastikan gelar, tetapi saya pikir Bezzecchi akan memenangi balapan. Dia terlihat lebih cepat menggunakan ban medium,” katanya. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Minggu, 8 November 2026
29o
Kurs