“Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 35 detik,” tulis Magma Indonesia.
Sedangkan Gunung Ile Lewotolok juga erupsi pada Minggu pukul 06.41 WITA. Kolom abunya teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.023 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu tebal mengarah ke tenggara. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama 82 detik.
Adapun Gunung Semeru mengalami erupsi pada pukul 07.51 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Erupsi Semeru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 102 detik.
Masyarakat di sekitar Semeru diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain empat gunung yang erupsi tersebut, Magma Indonesia mencatat Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Merapi di wilayah Yogyakarta-Jawa Tengah juga masih berada pada Level III atau Siaga.
Sementara selain Gunung Ibu, terdapat 21 gunung api lain yang berada pada Level II atau Waspada, di antaranya Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Dukono di Maluku Utara, dan Gunung Marapi di Sumatera Barat. (bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

