Empat lurah wanita di Surabaya dimutasi jadi kepala seksi (kasi) setelah tidak direstui suami.
Pelantikan jabatan itu dilakukan Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, pada Kamis (9/7/2026) dengan total 32 aparatur sipil negara (ASN).
“Saya matur nuwun (terima kasih) terhadap pergantian yang dilakukan hari ini, ada sekitar (empat) wanita yang mengundurkan diri karena tidak mendapat rida suaminya. Seperti saya sampaikan, (empat orang) yang mengundurkan diri karena tidak mendapatkan rida suami,” kata Eri, dikutip Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, seorang pejabat struktural harus mendapatkan restu suaminya. Sebab, keluarga dinilai lebih penting dari sebuah jabatan.
“Semoga dengan bergeser ke struktural yang lainnya yang tidak menjadi garda terdepan, jenengan tetap bisa mempunyai komitmen, tetap konsistensi untuk terus berjuang untuk kepentingan masyarakat,” pesannya.
Eri menjelaskan, lurah perempuan yang tidak mendapat restu suami dipindah tapi tetap dengan eselon yang sama.
“Sebenarnya tidak turun, eselonnya sama. Jadi kasi sama lurah itu eselonnya sama. Tetapi dia orang nomor satu dengan tidak orang nomor satu, tetapi eselonnya sama,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Eri memang merencanakan mutasi lanjutan untuk pejabat pemkot yang tidak bisa menjaga wilayah pada malam hari.
Hal tersebut diungkapkan setelah melantik 57 pejabat yang dimutasi Jumat (26/6/2026) lalu. Khusus pejabat perempuan yang menyatakan mundur akan tetap menjadi pejabat struktural.(lta/ris/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

