
Arrmanatha Nasir Menteri Luar Negeri menjelaskan, Pemerintah menjalankan diplomasi tertutup selama mengupayakan pembebasan para sandera. Kerahasiaan diperlukan untuk menjaga keselamatan mereka dan mencegah pembajak memanfaatkan informasi perundingan sebagai alat tekanan.
“Kebijakan itu diambil untuk memastikan agar seluruh dinamika di meja perundingan tidak dimanfaatkan oleh pihak penyandera yang dapat merugikan keselamatan WNI di lapangan,” katanya, dilansir Antara, Rabu (7/10/2026).
Proses tersebut melibatkan koordinasi dengan pemerintah Somalia, pemilik kapal, serta pemerintah India, Pakistan, dan Myanmar yang warganya juga menjadi awak MT Honour 25. Kemlu turut menjalin komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, keluarga korban, dan Komisi I DPR RI selama penanganan kasus.
Witjaksono Adji Duta Besar Indonesia untuk Kenya merangkap Somalia mengatakan, informasi mengenai operasi penyelamatan sempat berubah-ubah. Kepastian kondisi keempat WNI baru diperoleh setelah Ashari Samadikun Kapten MT Honour 25 mengonfirmasi bahwa semuanya masih hidup, meski seorang mengalami luka.
NOW ON AIR SSFM 100

