Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, pemangkasan beasiswa Pemuda Tangguh menjadi Rp2,5 juta untuk 2 semester karena hasil evaluasi ditemukan banyak anak pejabat.
Ia mengungkap, banyak praktik nakal yang diduga dilakukan para mahasiswa penerima beasiswa, yaitu memalsukan gaji orang tua di formulir pendaftaran kuliah dengan jumlah lebih tinggi sehingga Uang Kuliah Tunggal (UKT) tinggi.
“Maka hari ini saya harus berani bongkar itu,” ungkapnya, Rabu (21/1/2026).
Dampaknya, pemkot juga menanggung tingginya jumlah UKT. Pemkot menemukan anak pejabat juga menerima dengan besaran sampai Rp15 juta per semester.
“Padahal orang yang tidak mampu banyak. Maka kita harus merubah ini,” ungkapnya.
Pemangkasan beasiswa ini menurutnya sebagai bentuk kontrol agar program beasiswa tepat sasaran ke mahasiswa tidak mampu.
“Tapi kalau dia itu masuk dalam keluarga yang pra sejahtera, aku yang datang ke kampusnya. Tapi kalau dia mampu, ya geser, saya kasih uang segitu (Rp2,5 juta per 2 semester) sisanya bayar sendiri, kan mampu,” tuturnya.
“Sudah verifikasi ulang, dan semua anak-anak pejabat banyak,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Eri merespons bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) beasiswa Pemuda Tangguh yang tidak lagi menanggung penuh, tapi diseragamkan menjadi Rp2,5 juta untuk dua semester.
Pemkot sudah menekan MoU dengan perguruan tinggi di Surabaya, yakni orang-orang yang tidak mampu mendapat bantuan UKT sampai dengan Rp2,5 juta. (lta/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
