Tingginya intensitas erupsi juga menghasilkan suara gemuruh dan dentuman yang terdengar hingga wilayah pesisir Banten dan Lampung.
“Suara dentuman yang terdengar itu merupakan suara dari hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang merambat ke udara, bukan dentuman akibat gempa bumi atau gerakan tanah,” ujarnya dilansir dari Antara.
Sementara itu, pemantauan visual terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini belum dapat dilakukan secara optimal. Pantauan terakhir pada pukul 01.00 WIB sempat merekam adanya semburan lava.
Namun, sejumlah peralatan pemantauan di sekitar kawah diduga mengalami kerusakan akibat terpapar material erupsi.
“Secara fisik sampai siang ini belum bisa kita pantau karena ada beberapa alat pemantauan, termasuk CCTV, yang kemungkinan mengalami kerusakan akibat erupsi,” ungkap Dika.

NOW ON AIR SSFM 100

