Ford telah menjalin perjanjian usaha patungan dengan Geely, produsen mobil asal China yang membeli Volvo Cars dari Ford 16 tahun lalu, guna memastikan salah satu pabriknya di Eropa yang selama ini kurang dimanfaatkan bisa tetap beroperasi.
Laporan Drive yang dikutip Antara pada Senin (27/7/2026) menyebutkan pabrik Ford di Valencia, Spanyol, yang telah berdiri sejak tahun 1970-an saat ini hanya digunakan untuk merakit SUV Kuga. Tingkat pemanfaatan pabrik tersebut tercatat hanya seperlima dari kapasitas produksi tahunannya.
Meski mampu memproduksi hampir 500.000 kendaraan setiap tahun, pabrik tersebut sepanjang tahun lalu hanya digunakan untuk merakit kurang dari 100.000 unit Kuga, yang sebagian besar ditujukan untuk pasar Eropa.
Kesepakatan baru ini rencananya akan berlaku mulai tahun 2028, memungkinkan dua unit SUV Geely dengan sistem “energi baru”, merujuk pada kendaraan hibrida atau listrik, diproduksi langsung di Spanyol, bukan lagi di China, guna menghindari beban tarif impor.
Selain itu, pabrik tersebut juga akan memproduksi SUV Ford terbaru dengan sistem “multi-energy” yang dikembangkan menggunakan teknologi Geely, serta anggota baru keluarga Bronco yang dirancang khusus untuk pasar Eropa, melengkapi versi yang sudah lebih dulu tersedia di Amerika Serikat dan China.
Dalam struktur usaha patungan ini, Ford akan memegang 66 persen saham, sementara Geely memiliki 34 persen sisanya.
Dalam siaran persnya, Ford menyatakan bahwa skema usaha patungan ini memungkinkan kedua perusahaan menggabungkan volume produksi, sehingga dapat menekan biaya sekaligus bersaing dalam standar biaya baru yang terus berkembang di industri, sambil tetap menghadirkan kendaraan multi-energi berkelas dunia serta memperkuat perekonomian lokal Valencia.
“Wilayah Eropa saat ini menjadi salah satu arena persaingan paling ketat dalam industri otomotif global. Regulasi yang semakin ketat, tingginya biaya operasional, serta hadirnya generasi baru pesaing global telah menetapkan kembali tolok ukur industri dalam hal biaya manufaktur, teknologi kendaraan, dan pengalaman perangkat lunak,” demikian pernyataan resmi Ford.
Sebagai catatan, hubungan Ford dengan Geely bermula sejak 2010, ketika Ford menjual Volvo Cars kepada perusahaan asal China yang saat itu tengah berkembang pesat tersebut. Langkah tersebut, menurut Ford, justru berhasil “menghidupkan kembali” merek asal Swedia itu di kancah global. Perusahaan menegaskan bahwa kemitraan antara Ford dan Geely dibangun di atas fondasi kepercayaan serta rasa saling menghormati yang telah terjalin sejak 2010.
Sebagai informasi tambahan, pada awal tahun 2024, pabrik milik Ford di Spanyol tersebut sempat menghentikan produksi sejumlah model, di antaranya sedan dan wagon Mondeo, kendaraan penumpang Galaxy/S-Max, serta van pengiriman Transit Connect.(ant/iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

