Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina Tak Bisa Ditawar
Jumat, 24 Juli 2026 | 08:20 WIB
Ilustrasi - Seismograf mendeteksi dan merekam getaran atau gelombang seismik dari gempa bumi atau aktivitas geologi lainnya. Foto: Grafis suarasurabaya.net
Saat itu, BMKG menyatakan gempa berkedalaman 17 kilometer dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami serta tidak ada laporan kerusakan berat dampak dari gempa.
Gempa yang menyebabkan kerusakan cukup besar di Provinsi Bengkulu terakhir terjadi pada 23 Mei 2025. Saat itu, pemerintah daerah mencatat sebanyak 155 bangunan mengalami kerusakan, terdiri atas rusak berat, sedang, dan ringan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 rumah mengalami rusak berat sehingga harus dirobohkan. Pemerintah pusat kemudian menyalurkan bantuan perbaikan rumah warga, sementara pemerintah daerah bersama berbagai pihak melakukan penanganan darurat dan membangun kembali rumah-rumah yang hancur akibat bencana gempa.(ant/ipg)