Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 13.863 gempa susulan terjadi setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Data BMKG tersebut merupakan pembaruan hingga Rabu (9/9/2026) pukul 05.00 WIB. Dari ribuan gempa susulan yang tercatat, magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 0,9.
BMKG mencatat 38 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5. Sementara itu, sebanyak 183 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
Berdasarkan grafik peluruhan gempa, BMKG mulai melihat adanya pola penurunan aktivitas gempa susulan. Meski demikian, rangkaian gempa tersebut diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa pekan.
“Dari grafik peluruhan, mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu,” tulis BMKG melalui laman resminya.
Dilansir dari Antara, aktivitas gempa susulan masih terjadi hingga Selasa malam dan Rabu pagi. BMKG mencatat gempa susulan bermagnitudo 5,0 mengguncang pada Selasa (8/9/2026) malam, disusul gempa bermagnitudo 4,8 pada Rabu pagi.
Kedua gempa tersebut tercatat memiliki intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan terkadang membuat lantai atau kaca jendela terasa bergetar.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah Flores. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan gempa dari BMKG. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

