Kamis, 20 Agustus 2026

Gempa Susulan NTT Capai 3.752 Kali, BNPB Minta Warga Tetap Waspada

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tembok Rutan Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Sabtu (15/8/2026). Foto: Ditjenpas NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di wilayah terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap waspada dan siaga. Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih tingginya aktivitas gempa susulan di sejumlah wilayah.

Berton SP Panjaitan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan sebanyak 3.752 gempa susulan tercatat hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB.

“Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga,” ujar Berton.

Sejumlah gempa susulan masih dirasakan masyarakat dan memiliki kekuatan cukup besar. Salah satunya terjadi pada Kamis pukul 10.47 waktu setempat dengan kekuatan 5,7 magnitudo.

Tingginya aktivitas gempa susulan membuat BNPB meminta warga tidak terburu-buru kembali ke rumah atau bangunan yang terdampak. Kondisi struktur bangunan harus dipastikan aman sebelum warga masuk kembali.

“Bagi warga di daerah terdampak perlu dipastikan kondisi bangunan apabila akan memasuki bangunan tersebut,” kata Berton dilansir dari Antara.

Selain meningkatkan kewaspadaan, aktivitas gempa susulan juga berdampak pada jumlah warga yang mengungsi. BNPB mencatat jumlah pengungsi hingga Kamis pukul 16.00 WIB mencapai 92.735 jiwa.

Jumlah tersebut meningkat 33.088 jiwa dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 59.647 orang mengungsi.

Peningkatan jumlah pengungsi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan masyarakat berada di lokasi yang lebih aman, terutama ketika gempa susulan masih terus terjadi.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan 7,7 magnitudo di Flores, NTT, masih akan berlangsung dalam beberapa pekan.

Teuku Faisal Fathani Kepala BMKG mengatakan, proses peluruhan aktivitas gempa susulan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.

“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” kata Faisal di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
27o
Kurs