Gerakan Sopir Truk Jawa Timur (GSJT) mengancam akan melanjutkan pemblokiran Jalan Jagir Wonokromo sampai besok, Jumat (2/10/2026).
Supriyono Koordinator GSJT menyebut pemblokiran ini tetap dilakukan jika massa aksi tidak ditemui Direktur Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, untuk audiensi penyelesaian tuntutannya.
Menurutnya, aksi turun ke jalan sampai melakukan pemblokiran ini karena masalah barcode terblokir berdampak tidak bisa mendapat bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi itu terjadi berulang.
“Sebenarnya kalau mereka berniat untuk menyelesaikan pasti ada tindakan pencegahan untuk kegiatan pagi hari ini dengan melakukan upaya-upaya mediasi upaya-upaya mencari solusi sebelum terjadinya aksi tapi itu tidak di lakukan oleh Pertamina,” bebernya, Kamis (1/10/2026).
Sementara Ahad Rahedi Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menambahkan sudah koordinasi dengan BPH Migas terkait tuntutan kebijakan untuk kendaraan towing.
“Update per pagi ini, Pertamina sudah koordinasi dengan BPH Migas untuk membahas aspirasi para truk towing, saat ini masih dalam tahap evaluasi oleh BPH Migas. Hasilnya akan kami sampaikan segera,” terangnya.
Pantauan suarasurabaya.net hingga hari ini ekor antrean kendaraan truk massa aksi penuh 2 lajur dari depan Kantor Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus sampai depan Apartemen Klaska Residence.
Kemudian berlanjut terisi 1 lajur atau separuh badan jalan hingga 300 meteran setelahnya ke arah Jalan Panjang Jiwo.(lta/kir/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

