Akibat pemblokiran, kuota bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi jadi hilang dan tidak bisa dipakai.
“Kalau kuotanya sampai 200 ya untuk yang besar gitu. Kalau hilang, kadang-kadang hilang separuh. Dan itu kan jadi rentan ketika kami waktu jalan itu ya, pagi bisa isi, nanti siang mau isi enggak bisa itu jadi rentan. Sehingga pengiriman kami terganggu,” jelasnya.
Usai demo April lalu kata Supriyono, Pertamina sudah memberikan solusi pelaporan, namun tetap banyak sopir terblokir kembali.
“Tapi hari ini semua nomor yang ada itu tidak bisa dihubungi lagi. Dan kejadiannya sama hari ini. Barcode-nya, kuotanya hilang, diblokir tanpa pemberitahuan. Bahkan barcode tidak bisa dipakai lagi secara permanen,” paparnya.
Sebelumnya April lalu, kata Supriyono, Pertamina menyampaikan alasan pemblokiran karena diduga sopir melangsir dan menimbun BBM.

NOW ON AIR SSFM 100

