“Nah, kalau kami begini, kalau memang ada indikasi tangkap. Jangan semua akhirnya di-blokir semua. Nah, persoalannya mana yang muatan urgent dan tidak itu kan jadi persoalan. Jadi, jangankan akhirnya tidak sampai apalagi yang buah, sayur, itu kan enggak bisa lama,” tambahnya.
Selain soal pemblokiran barcode sopir, ia juga menuntut kejelasan soal kendaraan towing yang dilarang isi BBM solar di SPBU.
“Larangannya ada gambar foto ditaruh di tiap-tiap SPBU,” tegasnya.
Terpisah Ahad Rahedi Area Manager of Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyebut, barcode yang tidak bisa dipakai disebabkan penggunaan yang tidak wajar.
“Misal pembelian berulang, pembelian dalam jumlah yang tidak wajar dan ketidaksesuaian antara data kendaraan yang tertera dalam barcode dan kendaraan yg membeli di SPBU,” ucapnya.

NOW ON AIR SSFM 100

