“Kami meminta besok untuk dihadirkan BPH Migas. Sehingga kasus ini bisa langsung selesai, tidak lempar tanggung jawab, tidak lempar ke sana kemari,” katanya.
Supriyono memastikan GSJT akan membubarkan diri setelah mendapatkan solusi yang dinilai dapat menyelesaikan persoalan para sopir. Ia juga mengatakan massa masih berkoordinasi dengan pihak Pertamina terkait kemungkinan menghadirkan BPH Migas.
Terkait dampak aksi terhadap masyarakat, Supriyono kembali menyampaikan permintaan maaf. Ia mengatakan para sopir tidak bermaksud mengabaikan kepentingan warga, tetapi merasa persoalan yang mereka hadapi juga berkaitan langsung dengan penghidupan keluarga.
“Kami paham, kami paham ya karena kami sendiri adalah pengemudi. Tapi karena hari ini memang kebutuhan kami harus selesai. Kami tidak pengin nasib kami diombang-ambing seperti ini. Akhirnya kami tidak mampu menghidupi yang di rumah,” ujarnya.
Supriyono juga mengatakan GSJT berupaya agar akses warga di sekitar lokasi tidak sepenuhnya terganggu. Menurut dia, akses keluar-masuk warga dari kawasan perumahan di sekitar lokasi tetap diupayakan terbuka.

NOW ON AIR SSFM 100

