“Karakter tersebut bisa mewarnai kepemimpinan PBNU selama lima tahun ke depan, sekaligus menjaga ukhuwah di kalangan warga nahdliyin,” ucapnya.
Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketum PBNU melalui musyawarah mufakat sembilan ulama Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).
Rapat AHWA berlangsung tertutup di Ndalem Kasepuhan sejak pukul 06.20 hingga 07.00 WIB. Keputusan tersebut kemudian dibacakan anggota AHWA KH Anwar Iskandar di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna.
“Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memilih Kiai Haji Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,” ujarnya.
Sebelum penetapan, Gus Kikin memperoleh 472 suara usulan dari muktamirin. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan empat calon lainnya, yakni KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Shohib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin 155 suara.









