KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Umum PBNU terpilih, mengatakan penataan sumber daya manusia (SDM) dan organisasi menjadi prioritas utama setelah dirinya terpilih memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.
“Prioritasnya kita penataan SDM dulu. Organisasinya kan ganti, semuanya ganti, semuanya baru. Ini cukup banyak yang harus ditata SDM-nya,” kata Gus Kikin pada Senin (31/8/2026).
Gus Kikin menargetkan penataan SDM dan organisasi paling lambat dilakukan dalam kurun waktu satu bulan.
Setelah organisasi dan SDM tertata, ia menyatakan PBNU akan mulai menjalankan berbagai program kerja ke depan.
“Nanti kita tata, mungkin ya paling lambat satu bulan lah, baru kita mau gerakkan lagi apa yang harus dikerjakan. Jadi itu, organisasi nomor satu,” ujarnya.
Gus Kikin juga memastikan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan PBNU sedang bekerja. Ia menyebut proses tersebut sudah dimulai sejak Senin pagi.
“Lho, ini sudah mulai. Dari tadi pagi itu kan formatur itu kan untuk membentuk organisasi itu,” katanya.
Saat ditanya mengenai berapa lama proses pembentukan kepengurusan tersebut akan berlangsung, Gus Kikin belum dapat memastikan. Menurutnya, hal itu masih bergantung pada pembahasan terkait susunan orang yang akan mengisi kepengurusan.
“Enggak tahu, belum. Tergantung nanti isu orangnya,” ujarnya.
Sementara saat ditanya terkait kemungkinan kandidat Ketua Umum PBNU yang sebelumnya ikut bersaing namun tidak terpilih untuk masuk dalam kepengurusan mendatang, Gus Kikin belum bisa memberikan kepastian.
“Nah, itu nanti kita lihat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gus Kikin mengatakan PBNU ke depan akan tetap memperhatikan sejumlah bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Menurutnya, terdapat banyak peluang yang dapat dikembangkan dalam bidang ekonomi. Namun, ia menegaskan penataan SDM tetap menjadi hal yang harus dilakukan terlebih dahulu.
“Ekonomi banyak peluang sebetulnya. Nanti kita pelan-pelan lah. Tapi kan orangnya dulu. Orangnya enggak ada ya gimana kita mau ngomongnya?” katanya.
Sementara untuk bidang pendidikan dan kesehatan, Gus Kikin memastikan keduanya tetap menjadi perhatian PBNU. Selain itu, sejumlah bidang lain juga akan dikembangkan ke depan.
“Kita pendidikan pasti, kesehatan pasti. Nanti ada beberapa yang lain juga ya kita gali,” ujarnya.
Gus Kikin menekankan seluruh program dalam oraganisasi tersebut nantinya harus dijalankan secara profesional.
“Jadi, ya kita akan menuju ke profesionalitas supaya samalah kepada yang lain-lain juga mampu profesional. Ya kita pikir nanti NU ke depan juga lebih profesional,” katanya.
Dalam menjalankan program-program tersebut, Gus Kikin juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga pihak swasta.
“Kita kan kolaborasi sepanjang ada kesempatan, ya kolaborasi dengan pemerintah, ya swasta,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)









