Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 Februari sejak tahun 2000, bertujuan mengajak seluruh masyarakat peduli dan sadar akan pencegahan kanker. Sehingga, angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kanker bisa ditekan.
Tahun ini, Union for International Cancer Control (UICC) organisasi keanggotaan global tertua dan terbesar yang fokus pada masalah kanker, mengangkat tema United by Unique (Bersatu karena Keunikan).
Merujuk tema itu, UICC mengangkat kisah-kisah pribadi tentang bagaimana perawatan kanker berpusat pada manusia.
UICC mengajak berbagai komunitas kanker global menciptakan lingkungan perawatan yang efektif dan mudah diakses. Namun, tetap inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan pejuang kanker.
Tema United by Unique juga mendorong supaya perawatan bisa berpusat pada manusia, mulai dari penerapannya, hingga menjadikannya pedoman. Bukan sekadar meningkatkan kesadaran masyarakat.

700 Kisah Pejuang Kanker Dibagikan!
Lebih dari 700 kisah dikirim orang-orang yang terkena dampak kanker ke platform Hari Kanker Sedunia. Kisahnya tidak hanya mengungkap kesenjangan, tapi juga menjadi komunitas, perawatan, dukungan psikosisal, dan kepekaan.
Cary Adams Chief Executive Officer UICC menilai, pejuang kanker, pengasuh dan orang-orang disekitarnya mampu menyebarkan pengetahuan seputar kanker.
“Pengalaman orang-orang yang terdampak kanker, baik sebagai penderita kanker, pengasuh, orang terkasih, atau petugas kesehatan, memberikan wawasan tentang sisi kemanusiaan dalam perawatan. Pengalaman tersebut merupakan sumber pengetahuan yang sangat berharga dan penting yang harus menjadi dasar kebijakan dan layanan kanker, di samping bukti klinis,” katanya.
Satu kisah yang diberikan Will dari Inggris soal kurangnya ikatan emosional dalam perawatan kanker. Hal itu membuatnya merasa tidak terlihat selama menjalani pengobatan kanker stadium 4.
Tapi, ada satu momen di mana seorang perawat memberikan sedikit empati dan membuat Will kembali mendapatkan identitasnya.
Kemudian, ada juga kisah keluarga Shahzeb dari Pakistan tentang anaknya yang berusia tiga tahun terpaksa menghentikan pengobatan karena tingginya biaya hidup di Lahore. Tidak lama setelah kembali ke rumah, si anak meninggal dunia.
Di Filipina, Yayasan Pejuang Kanker (Cancer Warriors Foundation) memobilisasi keluarga dan masyarakat sipil untuk mendorong pengesahan Undang-Undang Pengendalian Kanker Terpadu Nasional.
Sekarang, Anak-anak penderita kanker diakui secara hukum sebagai penyandang disabilitas. Sehingga, mereka dan keluarga berhak atas dukungan keuangan yang lebih luas untuk pengobatan, perjalanan, akomodasi, dan makanan.

Mengenali Kanker: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya
Kanker merupakan penyakit yang melibatkan pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkendali. Penyakit itu dapat mempengaruhi hampir setiap bagian dari tubuh manusia dengan banyak jenis dan subjenisnya.
Kanker sering kali digunakan untuk menyebut sel tumor. Tapi, tumor dan kanker adalah dua kondisi yang berbeda dari sisi keganasannya.
Ada dua jenis tumor, yaitu bisa bersifat jinak atau ganas. Tumor jinak biasanya tidak berbahaya dan dapat diangkat dengan operasi. Namun, tumor ganas atau kanker memiliki potensi menyebar ke jaringan lainnya dan perawatannya mesti intensif.
Kanker dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi awal pertumbuhan sel kanker. Yaitu:
- Karsinoma: Kanker yang berasal dari sel epitel, seperti kulit atau sel yang melapisi organ internal.
- Sarkoma: Kanker yang berasal dari jaringan ikat seperti tulang, otot, dan pembuluh darah.
- Leukemia: Kanker darah yang berasal dari sumsum tulang.
- Limfoma: Kanker yang berasal dari sel-sel sistem limfatik.
- Kanker Otak dan Tumor Sistem Saraf Pusat: Kanker yang berasal dari otak atau sumsum tulang belakang.
Penyebab
Kanker disebabkan oleh mutasi DNA sel, yang menyebabkan sel tumbuh dan berkembang biak secara tidak terkendali. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker meliputi faktor genetik. Di mana riwayat keluarga kanker dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.
Lalu ada juga faktor paparan zat kimia dan radiasi. Misalnya asap rokok dan paparan radiasi dapat menyebabkan mutasi DNA. Gaya hidup, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, diet tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kanker.
Beberapa infeksi, seperti Human Papillomavirus (HPV), dapat meningkatkan risiko kanker tertentu. Usia juga menjadi salah satu faktor, di mana risiko kanker umumnya meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
Gejala
Gejala kanker sangat bergantung pada jenis dan lokasi kanker. Namun, ada beberapa gejala umum yang mungkin dialami oleh individu dengan berbagai jenis kanker:
- Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan
- Penurunan berat badan yang tidak disengaja
- Perubahan pada kulit, seperti kuning, kemerahan, atau penggelapan
- Nyeri yang persisten atau tidak hilang
- Perubahan pada kebiasaan buang air besar atau pola kencing
- Benjolan atau penebalan area tertentu pada tubuh
- Kesulitan menelan atau indigestion yang berkelanjutan
- Perubahan pada tahi lalat, bintik, atau lesi kulit
- Batuk atau suara serak yang berkelanjutan
Diagnosis
Diagnosis kanker memerlukan serangkaian tes dan prosedur, untuk mengidentifikasi keberadaan sel kanker dalam tubuh. Langkah-langkah dalam mendiagnosis kanker meliputi anamnesis. Di mana Dokter akan menanyakan tentang gejala, riwayat kesehatan, dan faktor risiko.
Lalu, ada pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda kanker seperti benjolan. Tes laboratorium, seperti darah, urine, dan jaringan lainnya dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda kanker.
Prosedur seperti X-ray, CT scan, MRI, dan PET scan dapat digunakan untuk mencari tanda-tanda kanker di dalam tubuh. Dilanjutkan dengan biopsi, pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop.
Pengobatan
Pengobatan kanker akan disesuaikan jenis stadium, dan kesehatan umum pasien. Beberapa opsi pengobatan adalah operasi atau pengangkatan tumor dan jaringan sekitarnya, yang mungkin terkena.
Ada juga kemoterapi yaitu penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Lalu radioterapi, penggunaan radiasi untuk membunuh sel kanker.
Imunoterapi juga termasuk terapi kanker yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Juga ada pengobatan yang membidik target spesifik juga bisa dilakukan.
Misalnya menggunakan obat-obatan yang menargetkan perubahan spesifik dalam sel kanker. Sedangkan terapi hormonal digunakan untuk mengobati kanker yang tumbuh sebagai respons terhadap hormon.
Pencegahan
Meskipun tidak semua kanker dapat dicegah, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko kanker, seperti menghindari tembakau dan paparan asap rokok, melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berlebihan, diet seimbang, dimana tetap memakan buah, sayur dan serat.
Selain itu, menjaga berat badan yang sehat dan berolahraga secara teratur, menghindari paparan zat kimia karsinogen dan radiasi, mengikuti program skrining kanker untuk deteksi dini.

Pentingnya Dukungan Bagi Pejuang Kanker
Kanker mempengaruhi semua aspek kehidupan. Tidak hanya kondisi tubuh dan kesehatan, tapi termasuk kondisi psikologis. Baik setelah didiagnosis, tengah menjalani perawatan, sampai saat mereka berhasil sembuh.
Pejuang kanker sering menghadapi berbagai tantangan, baik fisik maupun mental. Dukungan sosial menjadi salah satu faktor kunci, yang dapat membantu penyintas mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan penyakit mereka.
Dukungan sosial yang diberikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan penyintas, agar dapat lebih bermanfaat. Dukungan bisa berasal dari berbagai sumber, baik dari keluarga maupun orang-orang di sekitarnya.
Dukungan sosial akan terasa lebih berarti ketika diberikan oleh mereka yang memiliki hubungan emosional dekat dengan individu tersebut.
Bagi pejuang kanker, dukungan sosial dapat membantu penderita untuk bertahan. Berdasarkan laman Kemenkes, pasien yang memperoleh dukungan sosial yang tinggi disebut memberi prognosa dan penyesuaian yang lebih baik.
1. Informasi (tentang lingkungan)
Informasi yang tepat dapat membantu seseorang mencari jalan keluar. Di sarankan, penyintas mendapatkan informasi dari tenaga medis. Teman atau lingkungan sekitar bisa memberikan eferensi pengobatan atau mendukung lewat pengalaman.
Informasi atau pengalaman haruslah dari sumber yang valid, di mana tidak semua informasi yang beredar akurat atau sumbernya tepat.
2. Dukungan dari keluarga
Dukungan keluarga sangat penting dalam membantu penyintas mengatasi kesulitan. Misalnya menerima diagnosis kanker dari dokter. Keluarga juga dapat berperan dalam memberikan informasi yang akurat tentang kanker dan pilihan pengobatan yang tepat.
Peran keluarga bisa membantu pasien tenang dan tidak terbawa stigma yang ada di masyarakat, misalnya menerangkan ada banyak penyintas kanker berhasil sembuh.
3. Stres dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari
Akibat serangkaian terapi yang dijalani pejuang kanker, bisa menyebabkan stres dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Keluarga, sebagai pengasuh, memiliki peran penting dalam mendukung penyintas selama proses pengobatan dengan mengikuti saran dari tenaga kesehatan.
Selain membantu penyintas menghadapi masalah fisik, dukungan ini juga bermanfaat untuk mengatasi masalah psikologis yang mereka hadapi.
Beberapa tindakan yang bisa dilakukan antara lain menyuapi penyintas saat mereka kesulitan makan, menyediakan makanan yang tidak memicu mual, mendampingi saat menjalani pengobatan, menawarkan bantuan saat sulit berdiri atau berjalan, menjadi pendengar yang baik saat penyintas mengungkapkan keluhannya, serta merawat mereka saat pemulihan pasca pengobatan, dan lain-lain.
4. Perhatian emosi (rasa suka, Ccnta, dan empati)
Perhatian secara emosional yang berupa kehangatan, kepedulian dan empati yang diberikan orang lain, dapat meyakinkan pejuang kanker, kalau mereka diperhatikan.
5. Bantuan instrumental (materi atau pelayanan)
Merupakan bantuan nyata yang berupa dukungan materi seperti layanan barang-barang dan finansial.(lea/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
