“Tapi kan harus ada strukturnya yang jelas, storytellingnya harus seperti apa, pemilihan angle, ataupun juga hook CTA-nya itu harus jelas, apakah video yang nanti di-upload itu benar-benar bisa engage ke audience dan bisa benar-benar menampilkan si produk Fazzio-nya itu, termasuk juga branding dari si Bro and Sis-nya sendiri,” jelasnya.
Nanda berharap bekal teori di hari pertama ini menjadi modal sebelum peserta menjalani praktik lapangan dan produksi konten pada hari kedua, agar mampu menjadi kreator yang mewakili citra Yamaha Fazzio.
“Supaya mereka nantinya bisa jadi juru bicara, jadi kreator konten juga yang tentunya oke, yang bisa mewakili citra dari si Yamaha Fazzio sendiri. Mereka bisa menunjukkan bagaimana menjadi anak muda yang fashionable, yang punya value, high value, dan tentunya juga bisa menyampaikan ide produk secara percaya diri, natural dan juga berkelas,” pungkasnya.(fia/kir/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

