Masduki menekankan, santri perlu memiliki penguasaan ilmu agama yang kuat, wawasan kebangsaan, kemampuan teknologi digital, serta jiwa kewirausahaan, agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri.
Di Surabaya, lanjut dia, kontribusi santri dapat diwujudkan melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, ia juga menekankan agar santri terlibat dalam pembinaan generasi muda untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, intoleransi, dan berbagai persoalan sosial lainnya.
“Surabaya membutuhkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, kreatif, dan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ucapnya.
Untuk mendukung peran tersebut, PCNU Surabaya mendorong pesantren, lembaga pendidikan, badan otonom, dan elemen NU bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta masyarakat.
NOW ON AIR SSFM 100

