Helikopter Super Puma H-225 tersebut sebelumnya menjalankan misi operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum mengalami kecelakaan di Sungai Barito.
Untuk menemukan satu awak yang masih hilang, Basarnas Kantor SAR Banjarmasin telah mengerahkan 18 personel tim penyelamat. Tim diberangkatkan pada pukul 13.10 Wita dengan membawa sejumlah peralatan pendukung operasi pencarian.
Peralatan yang disiapkan meliputi perahu Rigid Inflatable Boat (RIB), perlengkapan selam, serta perangkat pendeteksi bawah air atau aqua eye untuk membantu menemukan korban.
Lokasi kecelakaan diperkirakan berjarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin atau 71 mil laut dari Dermaga SAR Basirih. Tim penyelamat dijadwalkan tiba di lokasi sekitar pukul 18.10 Wita.
Operasi pencarian dan penanganan kecelakaan ini juga melibatkan sejumlah unsur, yakni TNI AU, Polri, babinsa, serta masyarakat setempat.
NOW ON AIR SSFM 100

