Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara.
Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur tiba di Paltuding Ijen pada Minggu (6/9/2026) pagi, untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat.
Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi mengatakan, bantuan helikopter tersebut merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengajuan dukungan pemadaman karhutla di kawasan Ijen.
“Alhamdulilah pengajuan kami untuk bantuan helikopter water boombing direspon cepat oleh Pemprov Jatim,” kata Ipuk dalam keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net.
Bagio tenaga ahli BPBD Provinsi Jawa Timur mengatakan, operasi pemadaman dari udara diprioritaskan di sekitar jalur pendakian.
Kawasan tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu area wisata yang banyak dikunjungi, termasuk wisatawan mancanegara.
“Untuk operasi pemadaman (udara) ini, kita prioritaskan jalur pendakian,” ujar Bagio.
Namun, frekuensi penyiraman menggunakan helikopter belum dapat dipastikan. Intensitas water bombing sangat bergantung pada ketersediaan sumber air dan kondisi cuaca di kawasan Gunung Ijen.
“Kalau seperti di Semeru, sehari bisa 20 kali, karena lokasi air dekat. Kalau disini (Ijen) kita ngak bisa mutusin. Tergantung dengan weather. Apalagi di atas anginnya kenceng sekali,” tuturnya.
Untuk mendukung operasi tersebut, petugas telah menyiapkan sejumlah sumber air, salah satunya embung di kawasan Medco Geothermal.
Sumber air itu dipilih karena dinilai memiliki jarak dan kondisi akses yang paling memungkinkan bagi helikopter.
BPBD Jawa Timur juga berencana mengusulkan pembangunan embung khusus di kawasan Ijen kepada Perhutani dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan penanganan kebakaran apabila terjadi kembali di kawasan tersebut.
“Karena kebanyakan di Jawa Timur ini kita tidak siap untuk itu. Jadi yang sering kita mengambil (air) di kolamnya orang, hotel, embung petani. Tapi tidak masalah kalau keadaan darurat,” kata Bagio.
Selama proses pemadaman berlangsung, kawasan di sekitar titik kebakaran telah disterilkan dari wisatawan. Jalur pendakian Kawah Ijen juga masih ditutup.
Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual untuk menentukan titik api yang menjadi prioritas sebelum helikopter dikerahkan melakukan penyiraman.
Nur Patria Murniawan Kepala BBKSDA Jawa Timur mengatakan, helikopter difokuskan untuk memadamkan dua titik api yang masih berkobar di kawasan hulu.
“Jadi yang mengarah ke jalur pendakian, sama satu lagi yang jelas yang mengarah ke bawah. Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti,” kata Patria.
Menurut Patria, salah satu titik kebakaran berada di kawasan yang cukup panjang dan memiliki arah pergerakan ke bawah. Area tersebut juga memiliki jurang yang dalam sehingga menyulitkan penanganan secara langsung.
Sementara itu, api yang bergerak ke arah atas disebut telah berhenti di sekitar bibir kawah. Meski demikian, kondisi medan di kawasan tersebut cukup kompleks karena terdapat banyak punggung bukit yang menyerupai labirin.
Karakteristik medan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi pemadaman dari udara, termasuk pemilihan lokasi pengambilan air untuk operasi water bombing.
“Untuk pengambilan air tadi sudah dipastikan oleh BPBD untuk mengambil dari dua embung di Medco. Karena yang paling deket dan paling memungkinkan secara obstacle,” terang Patria. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

