Di sisi permintaan, IEA memperkirakan konsumsi minyak global pada kuartal IV 2026 turun sekitar 2,5 juta barel per hari dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sepanjang 2026, permintaan minyak dunia diperkirakan turun rata-rata 2,6 juta barel per hari dibandingkan 2025.
Permintaan diperkirakan kembali meningkat pada 2027, dengan kenaikan sekitar 2 juta barel per hari. Meski demikian, konsumsi minyak global diproyeksikan masih berada sekitar 620 ribu barel per hari atau 0,6 persen di bawah tingkat 2025.
Sementara itu, pasokan minyak global diperkirakan turun 5,8 juta barel per hari menjadi 100,7 juta barel per hari pada 2026. IEA memproyeksikan pasokan kembali meningkat pada 2027, dengan kenaikan sekitar 7,7 juta barel per hari seiring pemulihan produksi, terutama dari kawasan Timur Tengah.
Di tengah ketidakpastian tersebut, harga minyak mentah Brent tercatat naik 13 persen sejak awal September hingga mencapai 107 dolar AS per barel (setara sekitar Rp1,92 juta). Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dan perkembangan konflik di kawasan penghasil minyak.
IEA memperingatkan volatilitas pasar masih berpotensi berlanjut jika konflik tidak segera mereda. Meski pasokan diperkirakan pulih pada 2027 dan berpeluang menciptakan surplus, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi keseimbangan pasar minyak global. (ant/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

