Kebijakan suku bunga menjadi perhatian karena turut memengaruhi daya tarik aset keuangan Indonesia bagi investor, sekaligus berkaitan dengan stabilitas nilai tukar rupiah.
Sementara itu, The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4 persen.
Dengan perubahan tersebut, selisih atau spread antara BI Rate dan Federal Funds Rate (FFR) menjadi 1,75 persen, dari sebelumnya 2 persen.
Ratna mengatakan spread tersebut masih lebih lebar dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir yang berada di kisaran 0,75-1,25 persen.
“Melebarnya spread di tahun berjalan ini bertujuan memberikan interest rate differential yang cukup menarik bagi investor asing guna memperkuat stabilitas mata uang Rupiah,” kata Ratna dilansir dari Antara.











