Menurut dia, BI diperkirakan baru akan menaikkan BI Rate kembali apabila rupiah terus melemah atau The Fed melanjutkan tren kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, BI juga diperkirakan tetap mempertimbangkan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, ruang kenaikan suku bunga secara agresif dinilai terbatas, kecuali terjadi pelemahan rupiah yang cepat atau inflasi berada di atas target BI.
Sentimen inflasi juga mendapat perhatian setelah harga minyak dunia terkoreksi. Penurunan harga minyak berpotensi mengurangi tekanan terhadap inflasi. Investor turut menunggu data pertumbuhan kredit yang diperkirakan meningkat menjadi 15 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus.
Dari eksternal, perkembangan geopolitik menjadi perhatian investor seiring dimulainya debat tingkat tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).











