Selasa, 18 Agustus 2026

Infrastruktur Pascagempa NTT Berangsur Pulih, Listrik 99,5 Persen Kembali Menyala

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Petugas PLN tengah melakukan pemulihan sistem kelistrikan di salah satu lokasi terdampak bencana gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: PLN

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pemulihan infrastruktur terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlangsung.

Sejumlah layanan dasar, termasuk kelistrikan dan telekomunikasi di Pulau Flores, telah kembali beroperasi dengan tingkat pemulihan yang tinggi.

Berton SP Panjaitan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, sistem kelistrikan di Flores Barat dan Flores Timur yang sebelumnya terdampak kerusakan pada 11 trafo kini telah kembali beroperasi sepenuhnya.

“Sebanyak 566.797 pelanggan yang terdampak akibat gempa tersebut, saat ini sudah di-recovery sebanyak 99,5 persen, sisanya atau yang perlu atensi sebanyak 2.732 pelanggan. Kami berharap pada hari-hari mendatang pelanggan yang masih tersisa ini bisa diselesaikan dengan baik,” kata Berton dalam konferensi pers pada Senin (17/8/2026).

Pemulihan jaringan telekomunikasi juga terus dikebut. Jaringan PT Telkom di Pulau Flores secara keseluruhan telah mencapai tingkat pemulihan 95,4 persen.

Namun, wilayah Manggarai Timur masih menjadi perhatian karena tingkat pemulihan jaringan di daerah tersebut baru mencapai 76,3 persen.

Sementara itu, kondisi akses jalan di sejumlah wilayah terdampak mulai membaik. BNPB menyebut jalan-jalan di NTT secara umum sudah dapat dilalui, meski di beberapa lokasi masih terdapat keterbatasan.

Di sektor pencarian dan penyelamatan, tim gabungan Basarnas bersama kementerian dan lembaga terkait masih disiagakan di tujuh kabupaten terdampak gempa.

Berton mengatakan tim tetap melakukan pencarian meskipun hingga kini tidak terdapat laporan baru terkait korban yang membutuhkan pencarian.

“Meskipun tidak ada laporan, Tim Gabungan Basarnas tetap melakukan upaya-upaya pencarian dan tetap menurunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak,” ujarnya.

Pemerintah juga memperkuat penanganan sektor kesehatan. Kementerian Kesehatan mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan yang masing-masing diarahkan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.

Selain itu, dua tim manajemen krisis kesehatan diterjunkan untuk memperkuat koordinasi di lapangan. Tim tersebut ditempatkan di Kabupaten Sikka dan Ende.

Kemenkes juga mengerahkan dua tim medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT). Tim pertama menangani wilayah Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat, sedangkan tim kedua difokuskan di Kabupaten Sikka.

Untuk mendukung proses evakuasi serta distribusi bantuan ke wilayah yang memiliki medan sulit, pemerintah mengerahkan 1.467 personel gabungan dari TNI, Polri, dan sejumlah instansi lainnya.

Operasi tersebut diperkuat dengan 10 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) atau armada udara. Lima unit disiagakan di Labuan Bajo dan lima unit lainnya di Maumere.

BNPB berharap proses penanganan dan pemulihan dampak gempa NTT dapat segera dituntaskan melalui koordinasi lintas sektor.

“Kita sangat berharap bahwa penyelesaian penanganan gempa bumi di NTT ini bisa segera kita atasi, dan kami mohon dukungan, doa dari seluruh warga negara Indonesia untuk kita tetap bahu-membahu dalam mengatasi masalah ini,” tutur Berton. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 18 Agustus 2026
28o
Kurs