Pemerintah Inggris mengimbau warganya menunda perjalanan yang tidak mendesak ke Arab Saudi, pascaserangan rudal menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan menyebabkan 12 orang meninggal serta 300 lainnya terluka pekan lalu.
Dilansir Manchester Evening News, Minggu (12/10/2026), imbauan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Inggris (FCDO, setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menargetkan bandara di ibu kota Saudi tersebut.
“Informasi terkini, FCDO juga mengimbau warga menghindari semua perjalanan, kecuali keperluan mendesak, ke Jeddah dan Dammam, serta seluruh bandara di Arab Saudi, kecuali Bandara Internasional Madinah,” kata FCDO.
FCDO juga meminta warga Inggris tidak melakukan perjalanan ke wilayah dalam radius 10 kilometer dari perbatasan Yaman. Perjalanan yang tidak mendesak juga disarankan dihindari ke Provinsi Aseer, Riyadh, Najran, Jizan, serta Kota Taif dan Bandara Internasional Taif.
Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid menjadi yang terbaru dari rangkaian serangan dalam sepekan terakhir. Insiden itu disebut sebagai salah satu serangan paling mematikan di negara-negara Arab Teluk, sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan Houthi juga menyasar sejumlah infrastruktur penting Arab Saudi. Ancaman itu disebut menjadi salah satu yang paling serius bagi kerajaan sejak pemberontakan Al-Qaeda pada pertengahan 2000-an.
Andy Burnham Perdana Menteri Inggris sebelumnya menyetujui pemberian dukungan militer kepada Arab Saudi berupa pengisian bahan bakar udara-ke-udara, untuk pesawat tempur Saudi yang disebut bersifat defensif.
Sementara Wes Streeting Menteri Pertahanan Inggris mengatakan negaranya telah memberikan dukungan kepada Saudi dalam bentuk pertahanan udara dan pengisian bahan bakar udara-ke-udara.
“Apa yang kita lihat semalam adalah eskalasi berbahaya dan, saya khawatir, menjadi pola perilaku Houthi yang semakin meningkat dengan menargetkan lokasi-lokasi sipil di Arab Saudi,” kata Streeting kepada Sky News, Minggu pagi.
Marco Rubio Menteri Luar Negeri Amerika Serikat juga mengecam keras serangan tersebut dan mengonfirmasi seorang warga negara Amerika Serikat meninggal. Sementara Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengatakan sedang mempertimbangkan apakah pasukan AS akan bergabung dengan Arab Saudi dalam operasi untuk menyerang kelompok Houthi. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

