Minggu, 8 November 2026

Ingin Tetap Bahagia Saat Tua? Penelitian Ungkap Pentingnya Kendali atas Kehidupan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi lansia dan keluarga. Foto: Shutterstock

Bertambahnya usia tidak selalu membuat seseorang kehilangan kebahagiaan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mempertahankan kendali atas kehidupan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kesejahteraan emosional seseorang ketika memasuki usia lanjut.

Perubahan fisik, keterbatasan aktivitas, hingga berkurangnya kemampuan tertentu memang menjadi bagian dari proses penuaan.

Namun, cara seseorang menyikapi perubahan tersebut turut menentukan bagaimana mereka menjalani kehidupan di masa tua.

Susan Krauss Whitbourne Profesor Emerita bidang Psychological and Brain Sciences di University of Massachusetts Amherst menjelaskan, kebahagiaan pada usia lanjut berkaitan dengan cara seseorang memandang pengalaman hidupnya.

Melalui artikel yang dimuat “Psychology Today”, Whitbourne menyebut seseorang cenderung lebih bahagia ketika mampu melihat hal-hal positif yang diperoleh seiring bertambahnya usia, bukan hanya memusatkan perhatian pada kehilangan dan keterbatasan.

Penjelasan tersebut merujuk pada penelitian Maria Wirth dan koleganya dari Friedrich Schiller University Jena pada 2026. Penelitian itu mengkaji hubungan antara perubahan akibat penuaan, persepsi kendali diri, dan tingkat kebahagiaan.

Penelitian melibatkan 268 orang dewasa dengan usia rata-rata 65 tahun. Para peserta diminta mengisi kuesioner harian selama dua pekan untuk mencatat pengalaman positif maupun negatif akibat pertambahan usia, perasaan memiliki kendali atas kehidupan, serta tingkat kebahagiaan yang mereka rasakan.

Hasilnya menunjukkan bahwa perasaan memiliki kendali atas kehidupan berperan dalam menentukan bagaimana perubahan terkait usia memengaruhi kebahagiaan seseorang.

Dilansir dari Antara pada Minggu (8/11/2026), orang yang merasa masih memiliki kendali cenderung lebih mampu menghadapi berbagai keterbatasan.

Sebaliknya, ketika seseorang merasa tidak berdaya menghadapi perubahan, pengalaman kehilangan dan penurunan kemampuan dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kesejahteraan emosional.

Whitbourne mencontohkan kondisi seseorang yang mulai mengalami nyeri persendian seiring bertambahnya usia.

Alih-alih menganggap kondisi tersebut sebagai hambatan yang tidak bisa diatasi, seseorang dapat mengambil langkah sederhana, seperti melakukan peregangan atau yoga untuk menjaga kebugaran tubuh.

Upaya tersebut dapat membantu seseorang mempertahankan perasaan bahwa dirinya masih memiliki kemampuan untuk menentukan dan mengelola kehidupannya.

Sebaliknya, anggapan bahwa kondisi yang dialami tidak mungkin diubah dapat menurunkan motivasi untuk melakukan aktivitas.

Akibatnya, seseorang berpotensi semakin kesulitan beradaptasi dengan perubahan fisik maupun kemampuan yang terjadi.

Selain itu, Whitbourne mengingatkan pengaruh stereotip negatif tentang penuaan terhadap kondisi psikologis seseorang.

Pandangan bahwa bertambahnya usia selalu identik dengan penurunan kemampuan dapat memengaruhi cara seseorang menilai dirinya sendiri.

Jika terus diyakini, anggapan tersebut berpotensi membuat orang lanjut usia kehilangan motivasi dan merasa tidak berdaya.

Karena itu, mempertahankan kendali atas hal-hal yang masih bisa dilakukan menjadi salah satu cara untuk menjaga kebahagiaan di usia lanjut. (ant/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Minggu, 8 November 2026
31o
Kurs