Rabu, 9 September 2026

ISPA Melonjak, Banten Perpanjang PJJ Siswa SMA hingga 11 September

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Andra Soni Gubernur Banten (kanan) saat meninjau pos pengamatan Gunung Anak Krakatau. Foto: Pemprov Banten

Pemerintah Provinsi Banten memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) hingga Jumat (11/9/2026).

Kebijakan ini diambil karena kualitas udara masih terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Andra Soni Gubernur Banten mengatakan, perpanjangan PJJ dilakukan untuk melindungi kesehatan siswa menyusul peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik.

Menurut Andra, jumlah kasus ISPA yang dalam kondisi normal berada di kisaran 2.000 kasus kini meningkat menjadi sekitar 4.500 kasus berdasarkan laporan di lapangan.

Kondisi tersebut membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka dinilai belum aman. Pemerintah Provinsi Banten memilih memperpanjang PJJ sembari terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” kata Andra dalam keterangannya di Tangerang, Rabu (9/9/2026).

Andra mengatakan, hasil peninjauan dari pos pengamatan Gunung Anak Krakatau menunjukkan aktivitas erupsi mulai menurun.

Namun, pemerintah tetap mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait potensi bahaya erupsi.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga atau Level III sejak 2 Juli 2026. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif dan diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

M. Nugraha Kartadinata Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran mengatakan, erupsi saat ini masih berlangsung dengan tipe strombolian.

Erupsi strombolian tersebut berpotensi melontarkan material vulkanik hingga jarak lebih dari dua kilometer dari pusat erupsi.

“Selain abu vulkanik, erupsi ini juga melontarkan batuan. Karena itu, kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas warga dalam radius 3 kilometer. Kepada wisatawan atau siapa pun, saya imbau untuk tetap menjauh dari radius bahaya,” ujar Nugraha. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 9 September 2026
31o
Kurs