Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengalami kesulitan saat proses identifikasi jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Kombes Pol. Much Sofwan Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan mengatakan, identifikasi tidak mudah karena kondisi sejumlah jenazah sudah sulit dikenali.
“Kondisi jasad korban yang ditemukan sudah tidak utuh, bahkan membusuk, dengan wajah sudah tidak bisa dikenali,” kata Sofwan di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026).
Karena itu, Sofwan berharap keluarga korban dapat memberikan informasi ciri khusus secara detail. Data tersebut diperlukan untuk memperkuat proses identifikasi, terutama ketika kondisi fisik jenazah sudah tidak mudah dikenali secara visual.
Menurut Sofwan, informasi sekecil apa pun dari keluarga dapat sangat membantu tim DVI. Terutama data ante mortem atau data korban sebelum meninggal, seperti riwayat medis, tanda lahir, bekas luka, kondisi gigi, atau ciri khas lain.
Ia mencontohkan, ada satu jenazah yang berhasil diidentifikasi berkat informasi keluarga bahwa korban pernah menjalani operasi pemasangan pen akibat patah tulang.
“Alhamdulillah, pen ini kami temukan di anggota tubuh korban sehingga bisa dipastikan identitasnya,” ucap Sofwan.
Hingga kini, tim DVI masih mengidentifikasi 10 jenazah dari total 82 jasad yang diterima RS Bhayangkara Banjarmasin. Sementara itu, 72 jenazah korban KM Virgo Transport 8 telah berhasil diidentifikasi.
Basarnas juga masih melakukan pencarian terhadap 53 korban KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan sejak kapal tersebut tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026.
Secara keseluruhan, sebanyak 190 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia dari total 243 penumpang dan awak KM Virgo Transport 8. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

