Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 dan 2014-2019 Republik Indonesia, menyoroti kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri setelah ibunya tidak mampu membeli buku.
JK, sapaanya, memandang bahwa kasus tersebut terjadi karena kemiskinan yang masih belum bisa diatasi di Indonesia.
“Itulah, komentarnya sudah banyak dibicarakan, bahwa di Indonesia ini kemiskinan harus kita atasi, karena itu akibat kemiskinan,” katanya di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan, langkah utama yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Dengan ekonomi yang lebih baik, diharapkan berbagai tekanan hidup yang dialami masyarakat, termasuk keluarga dan anak-anak, dapat berkurang.
“Ekonominya (yang harus diperbaiki),” katanya singkat.
Seperti diketahui, anak kelas IV SD tersebut ditemukan meninggal gantung diri, pada Kamis 29 Januari 2026 siang. Korban mengakhiri hidup di pohon cengkeh dekat tempat dia tinggal bersama neneknya.
Setelah dilakukan olah TKP, polisi menemukan surat untuk ibunya yang ditulis tangan di sekitar tempat anak SD tersebut meninggal.
Surat tersebut, berbahasa daerah tempat anak SD itu tinggal, dan berisi pesan selamat tinggal kepada ibunya sambil memberi pesan jangan menangis dan jangan merindukan sepeninggalnya. Di akhir surat, anak SD itu juga menggambar emoni anak menangis.
PERINGATAN: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Jika Anda memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, jangan ragu bercerita, konsultasi, atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Terlebih apabila pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri.
Untuk konsultasi, Anda dapat menghubungi nomor Hotline Rumah Sakit Jiwa Menur di 031502165. Atau mengakses layanan Love Inside Sucide Awareness (LISA) Kementerian Kesehatan di Call Center 119 atau 081380073120 (WhatsApp).(ris/wld/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
