Sabtu, 10 Oktober 2026

Kabut Asap dari Indonesia Paksa Malaysia Tutup Kegiatan Sekolah

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kabut asap di wilayah Malaysia imbas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia. Foto: Anadolu

Malaysia menutup kegiatan sekolah di sejumlah wilayah pada, Jumat (9/10/2026), setelah tingkat kabut asap memburuk. Kabut asap itu menyebar dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, yang kemudian menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia.

Fadhlina Sidek Menteri Pendidikan Malaysia mengatakan, penutupan sekolah dilakukan di Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, serta wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya. Kebijakan serupa juga diterapkan di Distrik Rompin, Pahang.

Penutupan sekolah itu membuat lebih dari dua juta pelajar harus tetap berada di rumah. Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia mengatakan, situasi kabut asap itu sangat mengkhawatirkan.

“Situasi kabut asap yang memburuk sangat mengkhawatirkan, terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat,” kata Anwar seperti dikutip laporan Anadolu, Sabtu (10/10/2026).

Ia menyebut pemerintah Malaysia sedang meningkatkan upaya penanganan, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca atau penyemaian awan. “Kami mengintensifkan upaya untuk menanganinya, termasuk melalui operasi penyemaian awan,” ujarnya.

Bulan lalu, Malaysia juga melakukan operasi penyemaian awan selama tiga hari di Negara Bagian Sarawak bagian timur. Operasi itu dilakukan untuk menambah pasokan air bendungan sekaligus meredakan kabut asap di wilayah tersebut.

Sarawak merupakan negara bagian Malaysia di Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

Malaysia juga telah meminta persetujuan Pemerintah RI untuk melakukan operasi penyemaian awan dengan memanfaatkan wilayah udara Indonesia, seiring upaya otoritas setempat menangani kabut asap yang terkait kebakaran di kawasan tersebut.

Anwar juga sudah berbicara dengan Prabowo Subianto Presiden Indonesia mengenai kabut asap tersebut. Dalam pembicaraan itu, Malaysia menyatakan kesiapan memberikan dukungan.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan Indonesia mencatat hampir 95 ribu hektare lahan terbakar sepanjang Juli. Sementara hingga akhir Juli, total area yang terbakar secara nasional mencapai sekitar 202 ribu hektare.

Indonesia juga mencatat sekitar 175 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA sejak Agustus di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Di sisi lain, Singapura yang berdekatan dengan wilayah terdampak tetap menggelar balapan Formula 1 akhir pekan ini. Penyelenggara menyatakan balapan tidak akan ditunda meski kabut asap masih terjadi. (bil/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 10 Oktober 2026
36o
Kurs