Otoritas Malaysia masih menunggu persetujuan Pemerintah Indonesia untuk mengerahkan aset penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna membantu pemadaman di sejumlah wilayah.
Fahmi Fadzil Menteri Komunikasi Malaysia sekaligus Juru Bicara Pemerintah Malaysia mengatakan, Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) bersama Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) telah menyampaikan daftar aset yang dapat digunakan untuk membantu Indonesia.
“NRES dan juga Wisma Putra telah menyampaikan dalam rapat kabinet, bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan untuk membantu negara tetangga telah disampaikan,” kata Fahmi dalam konferensi pers daring di Putrajaya yang dilansir Antara, Rabu (9/9/2026).
Namun, hingga kini Malaysia belum menerima konfirmasi terkait bentuk kerja sama maupun izin untuk menggunakan aset tersebut dalam penanganan karhutla di Indonesia.
“Jadi, sejauh ini, kita telah menyampaikannya melalui kedutaan, melalui Wisma Putra, dan NRES juga telah menyiapkan, tetapi belum ada konfirmasi dan izin untuk menggunakan aset-aset Malaysia,” katanya. (ant/ham/rid)









