Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan di Jalan Raya Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/5/2026) kemarin.
Iptu Aditya Kanit Gakkum Polres Probolinggo dalam keterangannya menyebut, kecelakaan yang terjadi pukul 11.40 WIB ini melibatkan dua kendaraan Microbus Toyota HiAce yang datu di antaranya membawa rombongan WNA, serta satu Toyota Rush, dan satu SUV Renault.
Beruntung, meski kendaraan mengalami kerusakan parah, tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.
“Sudah ditangani oleh pihak Satlantas Polres Probolinggo, unit laka lantas. Untuk korban jiwa, Alhamdulillah nihil, lanjut saat ini dalam proses penyelidikan kami,” ujar Iptu Aditya saat dikonfirmasi Suara Surabaya, Minggu (10/5/2026).
Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan bermula saat kendaraan HiAce nopol BE 7013 AQ yang dikemudikan AE dan tujuh orang (6 WNA dan 1 WNI) berjalan dari arah selatan ke utara. Setibanya di TKP, saat kondisi jalan menurun, mobil tersebut kehilangan kendali dan bergerak ke kanan masuk jalur berlawanan.
“Kemudian menabrak Toyota Rush nopol L 1695 WD yang dikemudikan MM, dan menabrak kendaraan Nissan Koleos nopol D 1785 NH dikemudikan PA berpenumpang dua orang, lalu menabrak kendaraan HiAce lainnya nopol DK 7049 FK dikemudikan EW yang berjalan dari arah utara keselatan,” kata Iptu Aditya dalam keterangannya.
Laju HiAce nopol BE 7013 AQ itu baru terhenti setelah menghantam tiang listrik di pinggir jalan. Beruntung, mobil tidak sampai menyasar kerumunan warga di sekitar lokasi.
Adapun delapan orang mengalami luka-luka akibat insiden ini. Enam di antaranya wisatawan mancanegara (Wisman) asal Singapura yang menumpangi HiAce nopol BE 7012 AQ tersebut.
“Akibat dari kejadian tersebut korban luka ringan 3 (tiga) orang (SUV Renault) dirawat di RSUD Ar Rozy, sedangkan enam korban luka ringan penumpang hiace BE-7013-AQ dirawat di Puskesmas Sukapura,” kata Kanit Gakkum.
Di sisi lain, MM Toyota Rush nopol L 1695 WD yang terlibat kecelakaan menceritakan bahwa kondisi lalu lintas di pertigaan setempat sedang terhenti karena adanya acara adat warga setempat. Mahfud yang juga merupakan sopir travel saat sedang dalam perjalanan menjemput tamu di Cemoro Lawang.
“Di situ ada acara warga situ, ada iring-iring itu pakai baju hitam-hitam adat daerah Tengger kalau enggak salah. Nah, itu berhentiin mobil kita pas pertigaan. Tiba-tiba ada orang teriak, rem blong- rem blong. Nah, kita belum ngeh sebetulnya. Tahu kalau ngeh gitu kita langsung minggir. Nah, tiba-tiba dengan sekian detik gitu ya. Tiba-tiba mobil itu (HiAce) turun, nabrak pertama itu mobil kita,” jelasnya saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu siang.
Setelah menghantam bagian belakang mobil Rush miliknya, Mahfud membenarkan kendaraan HiAce itu terus melaju dan menerjang kendaraan di depannya dengan sangat keras. Dampak paling parah dialami oleh mobil SUV Renault yang sampai terbalik di pinggir jalan.
“Kedua itu mobil Renault yang sampai terbalik itu, itu kalau enggak ada pembatas jalannya bisa jadi jatuh ke rumah warga itu. Nah, terus berhentinya HiAce yang dari atas itu (akibat) nabrak tiang sampai bengkok gitu,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak Satlantas Polres Probolinggo masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab teknis pemicu kecelakaan tersebut. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

