Kamis, 5 Februari 2026

Keir Starmer: Mandelson Bohongi Saya Soal Hubungannya dengan Eipstein!

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Keir Starmer Perdana Menteri Inggris memberikan keterangan dalam sesi Prime Minister’s Questions (PMQs) di parlemen, Rabu (4/2/2026) waktu setempat. Foto: Hindustan Times

Keir Starmer Perdana Menteri (PM) Inggris secara terbuka menuduh Peter Mandelson mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS) telah membohongi dirinya dan mengkhianati negara terkait hubungan mantan politisi senior Partai Buruh itu dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Starmer dalam sesi Prime Minister’s Questions (PMQs) di parlemen, Rabu (4/2/2026) waktu setempat, di tengah tekanan politik yang terus meningkat atas keputusan awalnya menunjuk Mandelson sebagai Duta Besar Inggris.

Starmer mengakui bahwa ia mengetahui adanya hubungan antara Mandelson dan Epstein saat penunjukan dilakukan. Namun, ia menegaskan bahwa Mandelson memberikan informasi yang tidak benar dan menyesatkan mengenai kedalaman serta luasnya relasi tersebut.

“Mandelson sepenuhnya menyalahartikan dan membohongi saya tentang sejauh mana hubungannya dengan Epstein, dan kebohongan itu terjadi sepanjang proses,” ujar Starmer di hadapan anggota parlemen seperti dilansir Politics Home, Kamis (5/2/2026)

Akibat skandal yang kian membesar, Starmer menyatakan menyesali keputusannya menunjuk Mandelson sebagai duta besar. Ia juga mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Raja Inggris untuk mencabut keanggotaan Mandelson dari Privy Council, sebuah langkah simbolis yang mencerminkan seriusnya pelanggaran yang dinilai terjadi.

Starmer menegaskan, seandainya ia mengetahui fakta yang terungkap sekarang, Mandelson tidak akan pernah diberi posisi apa pun dalam pemerintahan. “Jika saya tahu saat itu apa yang saya ketahui sekarang, dia tidak akan pernah mendekati pemerintahan,” kata Starmer.

Dipecat dan Diselidiki Polisi

Tekanan terhadap Mandelson sebelumnya sudah memuncak sejak September lalu, ketika Starmer memecatnya dari jabatan Duta Besar Inggris untuk AS setelah detail tambahan mengenai hubungannya dengan Epstein terungkap ke publik.

Kini, skandal tersebut memasuki fase hukum. Kepolisian Metropolitan London atau Scotland Yard telah mengonfirmasi pembukaan penyelidikan terhadap Mandelson atas dugaan pelanggaran jabatan publik.

Penyelidikan ini diperkuat oleh jutaan dokumen pengadilan yang dirilis Departemen Kehakiman AS, yang mengungkap bahwa Mandelson diduga membagikan informasi rahasia tingkat tinggi pemerintah Inggris kepada Epstein.

Salah satu informasi sensitif yang disebutkan adalah rencana bailout euro di tengah krisis keuangan global 2008. Starmer menyebut temuan tersebut sebagai pengkhianatan serius.

“Mengetahui bahwa ada seorang menteri kabinet yang membocorkan informasi sensitif pada puncak krisis keuangan 2008 adalah sesuatu yang sangat memuakkan,” ujarnya.

“Saya marah, sama marahnya dengan publik dan anggota parlemen mana pun. Mandelson mengkhianati negara kita, parlemen, dan partai saya,” ucapnya.

Mundur dari House of Lords, Gelar Bangsawan Terancam Dicabut

Di tengah gelombang kecaman, Mandelson menyatakan akan mengundurkan diri dari House of Lords. Ia merupakan figur kunci di era pemerintahan Partai Buruh di bawah Tony Blair dan Gordon Brown, serta tetap menjadi tokoh berpengaruh di internal partai selama bertahun-tahun.

Pemerintah Inggris bahkan tengah menyiapkan langkah legislatif untuk mencabut gelar bangsawan Mandelson. Jika terealisasi, ini akan menjadi preseden langka, karena belum pernah dilakukan pemerintah Inggris sejak Perang Dunia Pertama.

Langkah ekstrem tersebut mencerminkan dampak politik luas dari kasus ini, yang tidak hanya menjerat individu, tetapi juga mengguncang kepercayaan terhadap sistem vetting dan pengambilan keputusan di jantung kekuasaan Inggris.

Tekanan Internal dan Pembelaan Starmer

Adapun skandal Mandelson turut menyeret nama Kepala Staf Perdana Menteri, Morgan McSweeney, yang disebut-sebut memiliki peran penting dalam proses penunjukan Mandelson sebagai duta besar. Sejumlah anggota parlemen Partai Buruh mendesak agar McSweeney ikut bertanggung jawab.

Namun, Starmer menepis tuntutan tersebut. Saat ditanya oleh pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch, ia menegaskan kepercayaannya kepada McSweeney.

“Morgan McSweeney adalah bagian penting dari tim saya. Ia membantu saya mengubah Partai Buruh dan memenangkan pemilu. Tentu saya percaya padanya,” kata Starmer.

Sementara itu, Partai Konservatif terus mendesak pemerintah mempublikasikan seluruh dokumen terkait proses vetting Mandelson sebelum penunjukannya sebagai Duta Besar Inggris untuk AS.

Starmer menyatakan pemerintah akan membuka seluruh dokumen yang relevan, kecuali yang berpotensi membahayakan keamanan nasional dan hubungan internasional. Parlemen dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk menentukan cakupan dokumen yang akan dipublikasikan.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah berkomunikasi dengan pemerintah terkait dokumen mana saja yang berpotensi mengganggu proses penyelidikan.

“Kami sedang berdiskusi dengan mereka mengenai hal itu, dan saya berharap bisa memberikan pembaruan kepada parlemen,” ujar Starmer. (bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 5 Februari 2026
31o
Kurs