Jumat, 10 Juli 2026

Kejagung: Daftar Nama yang Disebutkan Sony Berkembang Jadi 47, Tapi Belum Tentu Berujung Pidana

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Febrie Adriansyah Jampidsus Kejaksaan Agung RI. Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Kejaksaan Agung menegaskan puluhan nama yang muncul dalam pengembangan perkara Badan Gizi Nasional (BGN) belum tentu seluruhnya dapat diproses secara pidana.

Menurut Febrie Adriansyah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), penyidik masih fokus merampungkan pemberkasan perkara yang menjadi prioritas, sementara perkembangan nama-nama yang muncul masih akan dikaji berdasarkan alat bukti.

“Sedangkan nama-nama yang disebut oleh Pak Sony (Sony Sanjaya mantan wakil BGN) 41 orang. Bahkan juga di kita berkembang 47 nama yang terlibat. Tapi tentunya itu kan tidak serta-merta bisa juga terkait dengan perbuatan melawan hukum dan bisa jadi proses pidana,” kata Febrie di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Ia mengatakan penanganan perkara BGN masih berada di tahap pemberkasan dan menjadi salah satu prioritas yang diperintahkan pimpinan.

“Yang di BGN ini sedang berjalan proses pemberkasan. Masih fokus di sana untuk cepat menyelesaikan, perintah ke saya itu yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Febrie menambahkan Kejaksaan Agung juga ingin agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan baik. Karena itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan jajaran yang kini menangani program tersebut sembari melanjutkan proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya Krisna Murti kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkap ada 41 nama yang diduga terlibat dalam permintaan jatah titik Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Ia mengatakan nama-nama yang ada bertambah dari awalnya 26 nama yang tersebar luas di media sosial.

“Jadi, totalnya keseluruhan nama yang dari kemarin 26, ditambah dengan yang tadi, lalu ada tambahan tiga nama lagi yang disebutkan oleh Pak Sony. Jadi, totalnya hari ini 41 nama,” kata Krisna.

Ia mengatakan puluhan nama berasal dari kalangan politik, tetapi tidak mengungkapkannya secara rinci. Krisna mengatakan, Sony tidak tahu apakah titik tersebut untuk diperjualbelikan atau tidak.

“Tadi ditanyakan oleh penyidik. Pak Sony menjawab bahwa dia tidak tahu lagi. Setelah diberikan titik itu, dia (Sony) tidak lagi tahu apakah titik-titik itu dijual atau tidak,” ungkapnya.(lea/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 10 Juli 2026
28o
Kurs