Veronica Tan Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyerukan pentingnya perlindungan anak di ruang digital. Lantaran makin maraknya kejahatan dan eksploitasi seksual anak.
“Di kasus eksploitasi seksual anak di ruang digital, negara harus hadir lewat sistem, bukan hanya reaksi kasus per kasus. Itu sebabnya, dari sisi kebijakan, negara memastikan ada perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan teknologi informasi,” kata Veronica Tan seperti dilansir Antara di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan data CyberTipline National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), Indonesia masuk tiga besar negara dengan jumlah laporan, terkait kasus eksploitasi dan kekerasan seksual terhadap anak di ruang digital, terbanyak di dunia pada 2024.
Veronica Tan menganggap data tersebut menjadi alarm peringatan terkait kasus kejahatan pada anak di ruang digital. Mulai dari kasus pemerasan, pemaksaan, dan eksploitasi anak-anak Indonesia.
Beberapa kasus yang sering muncul adalah sextortion, live streaming abuse, grooming, dan child sexual abuse material (CSAM). Pola kejahatannya cenderung sama, yaitu membangun kedekatan atau kontrol, lalu memanfaatkan rasa takut, rasa malu, atau ketergantungan korban.
“Itulah sebabnya respon cepat itu penting. Bukan semata mengejar pelaku, tetapi juga memutus kontrol pelaku atas korban, sebelum korban makin terjerat,” katanya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengatakan, Indonesia peringkat ketiga dunia dengan 1.450.403 kasus eksploitasi seksual anak (Child Sexual Exploitation/CSE) di ruang digital pada 2024.
Indonesia juga disebut sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus pornografi daring terbesar. Di mana komdigi juga menyoroti penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan konten kekerasan seksual anak.
Internet Watch Foundation (IWF) mencatat lebih dari 3.500 konten berbasis AI diunggah ke dark web pada Juli 2024, bahkan mencapai lebih dari 20.000 konten pada Oktober 2023. (ant/lea/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
