Rabu, 11 Februari 2026

Kelenteng di Kawasan Tegalsari Surabaya, Mulai Dibersihkan Jelang Perayaan Imlek

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ritual memandikan rupang menjelang Imlek di Klenteng Hong San Tee, Senin, Surabaya (11/2/2026). Foto: Fauzan Habibi Hibatullah Mg suarasurabaya.net

Jelang perayaan Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 mendatang, umat Buddha mulai melakukan sejumlah persiapan. Termasuk melakukan pembersihan kelenteng yang akan digunakan sebagai tempat ibadah.

Kelenteng Hong San Koo Tee atau yang lebih akrab disebut Kelenteng Cokro, di kawasan Tegalsari Surabaya, mulai melakukan proses bersih-bersih kelenteng, Rabu (11/2/2026) ini sampai Sabtu (14/2/2026).

Proses bersih-bersih ini, kata Robertus pengurus Kelenteng Cokro, sebagai awal untuk menyambut tahun yang baru. Dia percaya, jika semua tempat, baik itu kelenteng ataupun rumah dibersihkan jelang Imlek, maka akan membukan pintu rezeki.

“Kalau secara tradisi, kita membersihkan supaya kelihatan terang semua. Anggapannya bahwa di tahun yang baru ini semua bersih terus rezeki bisa masuk banyak,” katanya, ditemui suarasurabaya.net, Rabu (11/2/2026).

Biasanya, proses bersih-bersih kelenteng dilakukan tepat tujuh hari sebelum perayaan Imlek. Menurut Robertus, dalam waktu tujuh hari itu, para Dewa sedang meninggalkan rupang (patung) untuk pergi ke langit dan melaporkan segala perbuatan manusia, khususnya umat Buddha.

Ketika posisi rupang kosong, itulah waktu yang tepat untuk membersihkannya.

“Jadi anggapannya adalah secara ritual (rupang) kosong, mereka (Dewa) sudah naik ke atas untuk melaporkan semuanya. Nah, maka itu kita bisa bersih-bersih karena biasanya kita tidak boleh bersih-bersih dulu selama satu tahun itu,” ungkapnya.

Selama proses pembersihan, tidak ada aturan ketat atau ritual-ritual khusus yang dijalankan. Ratusan rupang, mulai dari kecil hingga berukuran besar, dibersihkan menggunakan air teh dan bunga. Sedangkan untuk beberapa case, rupang akan dibersihkan menggunakan sabun dengan kanfungan deterjen yang minim.

Hampir seluruh pengurus dan karyawan kelenteng, yang bahkan berbeda aliran kepercayaan, ikut membantu membersihkan rupang untuk menyambut Imlek.

Kata Robertus, ini adalah hal yang biasa. Untuk membersihkan rupang, tidak harus orang beragama Buddha saja. Paling penting, dia harus teliti dan hati-hati.

“Biasanya kami memang minta bantuan pada karyawan atau orang-orang yang biasa membantu kami. Tapi kami tidak minta bantuan orang luar (kelenteng), karena mereka tidak paham dan tidak terbiasa. Karena kalau ada yang pecah, rulang itu harus segera dibuang,” jelasnya.

Perayaan Imlek di Kelenteng Cokro, akan dimulai dengan sembahyang bersama pada Senin (16/2/2026) pukul 00.00 WIB. Sementara pada Selasa (17/2/2026) hanya akan ada sembahyang biasa.

“Sama seperti perayaan haru keagamaan lainnya, sebelum Imlek kami sembahyang. Kemudian pada perayaannya, kami hanya unjung-unjung ke keluarga dan sembahyang biasa,” tutupnya.(kir/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 11 Februari 2026
26o
Kurs