Minggu, 13 September 2026

Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 Menanti Kepastian di Tanjung Perak

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Posko Pendataan dan Pelayanan Informasi di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (13/9/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Sejumlah keluarga korban KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang hilang kontak, mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (13/9/2026).

Mereka mencari anggota keluarga yang ikut dalam pelayaran kapal tersebut dan hingga kini belum mendapat kepastian keberadaannya.

Salah satunya Fredy warga Mojokerto yang mencari adiknya bernama Stefiansyah, kru kapal yang bekerja sebagai pemain musik. Ia menerima kabar musibah tersebut dari temannya pada Minggu pagi.

“Saya tadi pagi ditelepon teman, bilang bahwa kapal tempat adik saya kerja tenggelam,” kata Fredy.

Setelah mencoba menghubungi adiknya namun nomor teleponnya tidak aktif, Fredy mendatangi kantor operator kapal di kawasan Perak Barat. Ia kemudian diarahkan ke posko di Pelabuhan Tanjung Perak.

Fredy mengatakan bahwa nama Stefiansyah tercatat dalam daftar kru. Namun, belum ada kepastian apakah adiknya termasuk orang yang telah dievakuasi.

“Belum ada konfirmasi mereka selamat. Semua kru musik belum ada namanya di data Basarnas,” ujarnya.

Fredy memastikan akan tetap menunggu informasi mengenai keberadaan adiknya.

“Sampai setunggu apa pun keadaannya saya harus tunggu. Adik saya, saya harus tunggu,” katanya.

Ia berharap adiknya segera ditemukan. Fredy juga menyampaikan terima kasih kepada petugas yang telah memberikan respons kepada korban KM Virgo Transport 8.

“Yang pastinya kami keluarga mau ketemu adik saya, apa pun keadaannya kami terima,” ucapnya.

Keluarga lainnya, Arifin, juga datang mencari keponakannya, Sofyan Hadi, yang merupakan kru Virgo Transport 8.

Sebelum datang ke pelabuhan, Arifin sempat mendatangi kantor Virgo di kawasan Perak Barat untuk mencari informasi.

“Saya ke kantornya, kantor Virgo tadi di Perak. Disuruh ke sini saja,” kata Arifin.

Sementara itu, Ela Nur Atika, warga Mojokerto, mencari suaminya bernama Saiful Nuruddin yang ikut dalam perjalanan sebagai pengemudi truk.

Ela terakhir melakukan video call dengan suaminya pada Sabtu sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, suaminya mengabarkan kapal terlambat berangkat dan dirinya hendak naik kapal.

“Terus WhatsApp lagi jam 08.30 WIB, tidak dibalas,” ujar Ela.

Ada juga Alvian Ramadhani, yang datang mencari ayahnya atas nama Ahmad Saudi, seorang sopir bus pariwisata.

Alvian terakhir berbicara dengan ayahnya pada Sabtu sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, sang ayah mengabarkan sedang berada di Pelabuhan Tanjung Perak dan hendak naik kapal menuju Banjarmasin.

“Jam 9 saya telepon Ayah, katanya mau naik kapal,” kata Alvian.

Alvian kemudian mendapat kabar dari keluarganya di Banjarmasin mengenai musibah yang dialami kapal tersebut dan diminta datang ke Pelabuhan Tanjung Perak untuk mencari informasi.

Ia berharap ayahnya segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Semoga ditemukan ayah saya dengan kondisi selamat. Bisa kembali lagi di rumah,” pungkasnya. (ris/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Minggu, 13 September 2026
27o
Kurs