Selasa, 3 Februari 2026

Kemenhaj Surabaya Pastikan Kesiapan Jemaah Haji 2026

Laporan oleh Widya Safitri
Bagikan
Sururil Faizin Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya berbicara dalam Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kota di Surabaya pada Selasa (3/2/2026). Foto: Kemenhaj Surabaya

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya menyelenggarakan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kota pada Selasa (3/2/2026). Bertempat di Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya kegiatan ini diikuti oleh ribuan jemaah calon haji asal Surabaya sebagai persiapan keberangkatan menuju tanah suci pada April mendatang.

Sururil Faizin Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya menjelaskan, manasik tahun ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Fokus utama dari pembekalan ini adalah untuk menciptakan kemandirian jemaah.

“Tujuannya adalah membekali jemaah agar mandiri dan bisa memberi solusi ketika mereka menemukan hal-hal yang tidak dikehendaki. Secara ibadah maupun teknis, mereka kita berikan bekal mulai dari tingkat kota hingga tingkat kecamatan nanti,” ujar Sururil kepada Radio Suara Surabaya.

Data Jemaah dan Skema Manasik
Sebanyak 2.518 jemaah calon haji asal Surabaya mengikuti rangkaian manasik ini yang dibagi menjadi dua gelombang.

Sururil menambahkan bahwa jemaah perempuan mendominasi kuota tahun ini. Selain itu, terdapat jemaah prioritas lansia dengan usia tertua mencapai 86 tahun.

Untuk memastikan keamanan, para lansia akan mendapatkan pendampingan khusus dari petugas kloter, tim medis, serta PPIH Arab Saudi.

Perubahan Struktur dan Kesiapan Dokumen
Penyelenggaraan haji tahun 2026 ini menandai perubahan signifikan, di mana otoritas penyelenggara kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah, terpisah dari Kementerian Agama sesuai dengan regulasi terbaru. Perubahan ini berdampak pada pola koordinasi di tingkat wilayah.

“Sekarang kami terpisah dengan Kementerian Agama. Untuk manasik tingkat kecamatan, kami bekerja sama dengan KBIHU dan ormas-ormas Islam, tidak lagi melalui KUA,” jelas Sururil.

Terkait kesiapan dokumen, Sururil memastikan proses berjalan lancar. Hingga saat ini, sebanyak 2.200 paspor jemaah Surabaya telah dikirim untuk proses pemvisaan. Jadwal pengkloteran pun sudah mulai diterima oleh kantor wilayah.

Imbauan Kesehatan
Mengingat jadwal keberangkatan kloter pertama yang dijadwalkan pada 21 April 2026, pihak Kemenhaj mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik secara ekstra dalam dua bulan terakhir.

“Kami harap jemaah menjaga kesehatan karena haji adalah ibadah fisik. Terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, karena kelayakan terbang adalah syarat mutlak keberangkatan saat di asrama haji nanti,” pungkasnya.

Setelah manasik tingkat kota ini, para jemaah akan melanjutkan bimbingan manasik di tingkat kecamatan masing-masing yang dijadwalkan berlangsung pada 7-10 Februari 2026. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 3 Februari 2026
24o
Kurs