Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengecam dugaan pembunuhan terhadap warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, serta meminta seluruh pihak menahan diri di tengah meningkatnya konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Thomas Harming Suwarta Juru Bicara KemenHAM mengatakan, dugaan pembunuhan itu mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan penembakan terhadap warga sipil.
Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah membunuh tiga orang yang dituduh sebagai agen intelijen militer Indonesia.
“KemenHAM RI mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo sebagaimana video yang beredar luas. Tidak boleh ada pembunuhan di luar hukum terhadap warga sipil tak berdosa,” kata Thomas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7/2026), seperti dikutip Antara.
Menurutnya, perlindungan terhadap hak untuk hidup merupakan prinsip mendasar hak asasi manusia yang harus dihormati semua pihak, termasuk dalam situasi konflik.

NOW ON AIR SSFM 100

